Mahasiswa Teknik Kimia USK Laksanakan Kunjungan Industri ke PT Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar, 11 September 2025 – Program Studi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK melaksanakan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA), produsen semen terkemuka di Aceh, yang berlokasi di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 28 Agustus 2025 dan 11 September 2025, dengan total peserta sebanyak 90 mahasiswa yang didampingi oleh dua dosen pendamping, Prof. Farid Mulana, ST, M.Eng dan Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc.
Kunjungan ini diawali dengan sesi safety induction dan sambutan dari Barir Kurniawan selaku Technical Manager SBA, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, di antaranya Fakhri Kamal (Packing Plant & Port Manager), Mart Verdian Falka (Process Engineer), serta Syaf Hidayat (Finish Mill & Dispatch Engineer). Hadir pula Faraby Azwany selaku Head of Media SBA yang turut memfasilitasi kegiatan. Setelah sesi materi, mahasiswa berkesempatan melakukan plant visit untuk melihat langsung control room, peralatan proses produksi, serta area quarry yang menjadi sumber bahan baku semen.


Dalam penjelasannya, Mart Verdian Falka memaparkan proses produksi semen mulai dari penambangan bahan baku di quarry, penghancuran (crushing), preblending, penggilingan di raw mill, homogenisasi di silo, hingga tahap pembakaran di rotary kiln pada suhu sekitar 1.450°C. Clinker yang dihasilkan kemudian didinginkan dengan grate cooler, disimpan dalam clinker silo, dan digiling bersama gypsum serta material tambahan di cement mill hingga menjadi semen yang siap pakai. Produk akhir tersebut disimpan di cement silo sebelum didistribusikan melalui fasilitas packing plant. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai inovasi SBA dalam penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, yang mendukung efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kunjungan ini semakin bermakna karena mahasiswa turut mengetahui capaian terbaru perusahaan, yaitu keberhasilan PT Solusi Bangun Andalas meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal tahun 2025, sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik industri berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Prof. Farid Mulana menyampaikan bahwa pengalaman melihat langsung proses produksi di SBA akan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menguatkan pemahaman mereka dalam menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata di industri. Ketua HIMTEK USK, Rizki Ananda, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin tahunan himpunan yang bertujuan memberikan pengalaman praktis dan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih memahami dunia industri.


Pihak SBA sendiri menyambut baik kunjungan ini dan berharap kerja sama dengan USK dapat terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh. Kunjungan industri ini tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi manufaktur semen, tetapi juga menanamkan pentingnya aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan dalam praktik industri. Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi proses yang efisien dan ramah lingkungan di masa depan.

Views: 41

Pelatihan K3 Laboratorium di Lingkungan Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 3 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium yang diikuti oleh lebih dari 80 peserta, terdiri dari mahasiswa asisten laboratorium dan tenaga laboran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik, terutama dalam aktivitas praktikum dan penelitian yang berhubungan dengan bahan kimia serta peralatan berisiko tinggi.
Pelatihan berlangsung di Aula Lab Terpadu dan diawali dengan penyampaian materi “Penerapan HSE di Lokasi Pekerjaan” oleh Ir. Nurul Kamal, ST, M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) yang mencakup disiplin penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan pada prosedur keselamatan, serta pengelolaan lingkungan kerja yang mengutamakan pencegahan kecelakaan.


Sesi berikutnya diisi oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc dengan materi “Chemical and Equipment Risk Assessment di Laboratorium”, yang memperkenalkan konsep COSHH (Control of Substances Hazardous to Health). Materi ini menjelaskan cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya, menilai risiko paparan melalui inhalasi, kontak kulit, atau tumpahan, serta memilih strategi pengendalian risiko yang tepat, mulai dari eliminasi, substitusi, hingga penerapan rekayasa teknis dan penggunaan APD. Peserta juga diajak memahami simbol-simbol klasifikasi bahaya internasional serta prosedur darurat menghadapi insiden kebakaran dan tumpahan bahan kimia.
Setelah sesi kelas, pelatihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan drill evakuasi bencana kebakaran. Simulasi dipandu oleh Tim K3L Fakultas Teknik USK di pelataran parkir Departemen Teknik Kimia. Pada sesi ini, alarm bencana dibunyikan sebagai tanda darurat, peserta diarahkan melakukan evakuasi teratur dari dalam gedung menuju titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan APAR. Latihan ini bertujuan agar seluruh peserta terbiasa dengan prosedur evakuasi cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Teknik USK melalui Unit K3L dalam memastikan penerapan standar K3 di lingkungan fakultas. Unit K3L selama ini konsisten dalam mengedukasi sivitas akademika dan melakukan upaya pencegahan safety incident di laboratorium maupun ruang kerja fakultas. Melalui kegiatan pelatihan rutin, Fakultas Teknik berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas kecelakaan kerja.


Salah seorang peserta menyampaikan kesan positifnya:
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya memahami teori tentang bahaya bahan kimia, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menangani kebakaran dan evakuasi. Drill evakuasi dengan alarm bencana membuat kami benar-benar merasakan simulasi nyata dan siap jika suatu saat keadaan darurat terjadi di laboratorium.”
Dengan antusiasme tinggi peserta serta dukungan penuh dari dosen dan Unit K3L, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di laboratorium. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.

Views: 43

Tim Koetaradja Aeromoto 10 FT USK Raih Prestasi Internasional di AIChE Chem-E-Car Competition 2025, Tianjin-China

Tim Koetaradja Aeromoto 10, yang beranggotakan mahasiswa dari tiga program studi di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara Pertama (First Prize) dalam kategori Performance Race pada ajang bergengsi AIChE Chem-E-Car International Competition 2025 yang diselenggarakan di Tianjin, China, pada 8–12 Agustus 2025.

Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata keunggulan mahasiswa FT USK dalam bidang rekayasa kimia dan teknologi, terutama dalam ketepatan desain sistem serta akurasi pemberhentian mobil berbasis reaksi kimia. Dari total 37 tim peserta yang berasal dari berbagai universitas ternama dunia, Koetaradja Aeromoto 10 tampil luar biasa dengan perhitungan presisi tinggi dan performa stabil hingga dinobatkan sebagai juara utama oleh dewan juri internasional.

Tim Koetaradja Aeromoto 10 terdiri dari Muhammad Fariz (Teknik Kimia) sebagai Team Leader, M. Nazar Ar (Teknik Elektro) sebagai Power Source Specialist, Munawar Afwadi (Teknik Mesin) sebagai Mechanical Design & Engineering Expert, dan Ihtarami Ulya Aritonang (Teknik Kimia) sebagai Reaction Kinetics & Power Source Specialist.

AIChE Chem-E-Car Competition merupakan kompetisi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE). Ajang ini menantang para mahasiswa teknik kimia untuk merancang dan mengoperasikan mobil mini bertenaga reaksi kimia non-pembakaran yang mampu menempuh jarak tertentu dan berhenti secara presisi. Sejak pertama kali digelar pada awal 1990-an, kompetisi ini berkembang menjadi forum global yang menonjolkan inovasi, kreativitas teknik, serta penerapan prinsip keselamatan dan keberlanjutan energi.

Dalam persiapannya, tim menjalani dua bulan pelatihan intensif di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., selaku pembimbing utama sekaligus Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK. Dukungan teknis juga diberikan oleh Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc, dosen senior Teknik Kimia, terutama dalam pengembangan sistem kontrol dan formulasi reaksi kimia. Kompetisi ini tidak hanya menuntut kecermatan dalam mengontrol reaksi kimia untuk menghasilkan gerak dan pemberhentian mobil, tetapi juga menguji kemampuan inovasi dalam pengembangan energi terbarukan serta sinergi lintas disiplin di bawah tekanan waktu dan kondisi laboratorium yang ketat.

Tim Koetaradja Aeromoto 10 mengusung prototipe terbaru bertajuk “Koetaradja Aeromoto 10”, yang dirancang dengan sistem pneumatik berbasis reaksi H₂O₂/KI untuk meningkatkan efisiensi konversi energi dan ketepatan pemberhentian mobil. Desain ini menjadi kunci keberhasilan tim dalam meraih hasil optimal sekaligus mencerminkan penerapan prinsip teknik kimia yang ramah lingkungan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi Universitas Syiah Kuala dan Indonesia di kancah internasional. Dalam pernyataannya, Muhammad Fariz mewakili tim menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh, terutama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Teknik USK (IKAFT-JABAJAB), atas bantuan finansial dan fasilitas selama proses persiapan hingga keberangkatan ke China.

Tim Koetaradja sendiri merupakan tim riset mahasiswa yang dibentuk pada tahun 2016 oleh Prof. Dr. Ir. Marwan, Rektor USK yang kala itu menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Kimia sekaligus Dekan Fakultas Teknik. Sejak awal berdiri, tim ini menjadi wadah pengembangan inovasi mahasiswa dalam bidang energi terbarukan dan rekayasa proses, dengan fokus pada pengembangan mobil bertenaga reaksi kimia ramah lingkungan. Prestasi ini memperkuat posisi FT USK sebagai salah satu pusat unggulan dalam pengembangan teknologi kimia terapan dan inovasi mahasiswa di tingkat global.

 

Sumber: Mahasiswa FT USK Raih Juara Pertama di Kompetisi Internasional AIChE Chem-E-Car di Tianjin, China – Universitas Syiah Kuala

Views: 10

BKK-PII Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala: Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur

Banda Aceh, 30 Juni 2025 – Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan BKK-PII Goes to Campus dengan tema “Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur”. Kegiatan yang digelar di Balee Keurukon Fakultas Teknik USK ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Teknik USK dan Universitas Serambi Mekkah, dengan peserta terbanyak berasal dari Program Studi Teknik Kimia USK.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU, ASEAN Eng., yang dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) dan Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKATEK) USK atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu semacam ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan profesional, sekaligus wadah untuk menanamkan semangat etika dan tanggung jawab profesi sejak mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga membangun kesadaran profesionalisme dan arah karier bagi mahasiswa lintas program studi,” ujarnya. Prof. Alfiansyah juga menegaskan komitmen Fakultas Teknik USK untuk memperluas kerja sama dengan industri dan organisasi profesi dalam membuka peluang magang, kerja praktek, serta rekrutmen bagi lulusan terbaik.
Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan pengalaman dari berbagai sektor industri strategis nasional Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., Ketua Badan Kejuruan Kimia PII (BKK-PII), membuka sesi dengan paparan mengenai profesi insinyur di Indonesia. Ia menguraikan dasar hukum keinsinyuran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 dan jenjang profesi (IPP, IPM, IPU), serta menekankan pentingnya sertifikasi profesi untuk menjaga kompetensi, keselamatan publik, dan keberlanjutan industri teknik.
Sesi kedua dibawakan oleh Mundhakir Salman, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Aceh, yang memaparkan kebijakan dan strategi ketenagalistrikan nasional serta arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam RUPTL 2025–2034. Ia menjelaskan bagaimana PLN berkomitmen mempercepat transisi energi bersih, mendorong efisiensi sistem distribusi, serta membuka peluang besar bagi lulusan teknik untuk terlibat dalam proyek kelistrikan nasional.


Pemateri ketiga, Yusman Arullah, ST, MT, Senior Vice President SDM PT Pupuk Iskandar Muda dan alumni Teknik Kimia USK, membawakan materi tentang peran insinyur kimia dalam industri pupuk dan hilirisasi. Ia menjelaskan bagaimana PIM berperan sebagai industri midstream yang memberi nilai tambah terhadap gas alam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pertanian dan energi di Aceh. Dalam materinya, Yusman juga menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi teknis, integrasi bisnis, serta transformasi budaya kerja menuju industri berkelanjutan.
Materi terakhir disampaikan oleh Kustanto Setiyo Utomo, Section Head HCC PT Kilang Pertamina Internasional (RU II Dumai), yang memaparkan peran dan masa depan insinyur dalam industri hilir minyak dan gas. Ia menjelaskan bagaimana insinyur berperan penting dalam menjaga keandalan operasi kilang, meningkatkan efisiensi energi, dan menerapkan sistem keselamatan proses (process safety management) yang ketat di industri migas. Kustanto juga menekankan perlunya adaptasi terhadap teknologi digital dan penguatan budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari tanggung jawab profesi teknik dalam mendukung ketahanan energi nasional.


Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa aktif bertanya mengenai sertifikasi profesi, peluang karier lintas sektor teknik, serta tantangan insinyur muda dalam menghadapi era transisi energi dan digitalisasi industri. Salah seorang mahasiswa Teknik Kimia menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang pentingnya profesi insinyur dalam membangun bangsa, bukan hanya sebagai ahli teknis, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan keberlanjutan.


Menjelang penutupan acara, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, hadir langsung ke lokasi kegiatan untuk menyapa para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada BKK-PII serta seluruh pemateri yang telah berbagi wawasan dan pengalaman. Rektor menegaskan komitmen USK untuk terus bersinergi dengan BKK-PII dalam memperkuat kurikulum berbasis profesi dan mendorong pengembangan sertifikasi insinyur bagi mahasiswa dan lulusan USK. “USK berkomitmen menjadi bagian aktif dari ekosistem penguatan profesi teknik di Indonesia melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi dengan industri,” ujarnya.
Kegiatan BKK-PII Goes to Campus di USK ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dunia profesi insinyur kepada mahasiswa, menanamkan nilai etika dan tanggung jawab profesional, serta mempererat hubungan antara kampus, industri, alumni, dan organisasi profesi. Melalui sinergi berkelanjutan ini, USK berharap dapat melahirkan insinyur-insinyur muda yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional yang aman dan berkelanjutan.

Views: 19

Kuliah Tamu HYSYS: Pelatihan HYSYS User Certified bersama Aspen Technology

Banda Aceh, 26 April – 30 Mei 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan kuliah tamu dalam bentuk pelatihan perangkat lunak simulasi proses industri. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Fauzi Djauhari, Manager Solution Consulting – South East Asia & Australasia di Aspen Technology, sebagai narasumber dengan topik “HYSYS User Certified”.

Pelatihan berlangsung dalam format daring dan luring yang terpusat di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) USK, serta diikuti oleh mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Kimia. Acara dibuka oleh Ketua Departemen Teknik Kimia USK, Ibu Prof. Ir. Sri Aprilia, yang menegaskan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi bagi calon insinyur kimia agar mampu menghadapi tantangan industri modern. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Teuku Mukhriza, Dosen Departemen Teknik Kimia USK.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan ini, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai penggunaan Aspen HYSYS, perangkat lunak simulasi proses yang banyak digunakan di industri minyak, gas, dan petrokimia. Narasumber memberikan panduan praktis mulai dari dasar-dasar pemodelan proses hingga penerapan studi kasus kompleks yang relevan dengan praktik industri nyata.

Partisipasi aktif mahasiswa maupun dosen dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguasaan kompetensi teknis di bidang simulasi proses. Selain memperkuat keterampilan akademik, pelatihan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh sertifikasi resmi sebagai HYSYS User Certified, yang menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Departemen Teknik Kimia USK dalam menghadirkan pengalaman belajar yang selaras dengan perkembangan teknologi industri, serta memperkuat hubungan dengan mitra internasional di bidang perangkat lunak teknik. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap bersaing di level global melalui pemahaman mendalam terhadap teknologi simulasi proses terkini.

Views: 32

Kuliah Tamu Kewirausahaan: Membangun Bisnis di Industri Kimia melalui Studi Kasus Decoloring Agent (DCA)

Banda Aceh, 19 Mei 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kuliah tamu kewirausahaan dengan menghadirkan Bapak Adnan Armas, Direktur PT Symindo Tirta Kimia sekaligus Advisory Board Program Studi Teknik Kimia USK, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) ini mengangkat tema “Membangun Bisnis di Industri Kimia: Studi Kasus Decoloring Agent (DCA)” dan diikuti oleh mahasiswa Teknik Kimia dari berbagai angkatan.

Dalam paparannya, Bapak Adnan membagikan pengalaman praktis mengenai tantangan dan peluang dalam membangun bisnis di sektor industri kimia, khususnya melalui pengembangan produk Decoloring Agent (DCA). Beliau menjelaskan bagaimana inovasi produk, strategi pemasaran, dan pemahaman kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan manajerial, strategi pengelolaan sumber daya, serta jejaring kemitraan yang kuat. Studi kasus DCA menjadi contoh nyata bagaimana produk kimia yang spesifik dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang bisnis yang luas di sektor industri pengolahan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan kewirausahaan dari praktisi yang berpengalaman langsung di dunia industri, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan sektor bisnis. Departemen Teknik Kimia USK berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengetahuan aplikatif yang relevan untuk membangun karir maupun usaha mandiri di masa depan.

Views: 26

Semarak CHEF IX: Mahasiswa Teknik Kimia FT USK Gelar Kegiatan Hari Bumi di Gampong Lamnga

Aceh Besar, 27 April 2025 – Sebanyak 500 bibit pohon mangrove sukses ditanam pada kegiatan Chemical Engineering Earth Festival kesembilan (CHEF IX) untuk memperingati hari bumi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT USK dan mendapat dukungan penuh dari civitas akademika Departemen Teknik Kimia FT USK. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi sarana pelatihan kepemimpinan, kerja sama tim, serta pengabdian kepada masyarakat.

CHEF IX tahun ini mengusung tema “Planting Hope, Spreading Awareness, and Creating Change: Together for a Greener and Sustainable Future” dengan beberapa agenda kegiatan yaitu lomba desain poster yang telah diikuti oleh beberapa mahasiswa dan bersifat untuk umum, webinar tentang peran remaja terhadap lingkungan yang dibawakan langsung oleh Direktor Rumah Relawan Remaja yaitu Ibu Rahmiana Rahman dan diakhiri dengan puncak kegiatan yaitu penanaman pohon mangrove di Gampong Lamnga, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh (BPDAS KA) juga mendukung penuh kegiatan CHEF IX dalam memberikan bantuan pengadaan 500 bibit pohon mangrove untuk ditanam. Dukungan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang semakin terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Pada hari Minggu, tanggal 27 April 2025, semangat luar biasa terpancar dari mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Kimia FT USK untuk menanam 500 bibit pohon mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa yang turut andil dalam aksi nyata menjaga ekosistem pesisir. Penanaman bibit mangrove tidak hanya menjadi kontribusi penting terhadap kelestarian alam, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dan kesadaran ekologis bagi para peserta.

Ketua panitia CHEF IX, Rudiansyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas partisipasi aktif seluruh panitia. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu kontribusi mahasiswa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap CHEF tidak hanya menjadi agenda tahunan internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kampus,” ujar Rudiansyah.

Perwakilan Dosen Teknik Kimia, Bapak Izarul Machdar, juga hadir memberikan apresiasi atas kerja keras panitia dalam menyelenggarakan kegiatan CHEF IX ini. Mereka menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting sebagai pelengkap pembelajaran, karena dapat membentuk karakter mahasiswa yang berjiwa sosial, adaptif, dan memiliki empati terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan selesainya kegiatan CHEF IX, seluruh peserta yang turut hadir pulang membawa kenangan manis, semangat baru, dan harapan besar disampaikan agar semangat kolaboratif dan solidaritas yang telah terbangun dapat terus dijaga dan ditingkatkan dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. Kegiatan ini merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi Teknik Kimia yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga berkontribusi aktif bagi masyarakat sekitar. CHEF X pun sudah mulai dinantikan dengan antusias oleh seluruh keluarga besar Teknik Kimia.

Views: 34

Kuliah Tamu Industri: Menyelami Proses Bisnis dan Peluang Karir di PT Chandra Asri Pacific Tbk

Banda Aceh, 21 April 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melaksanakan kuliah tamu industri yang menghadirkan Bapak Mahyudanil Buchari, Polyethylene Production Manager PT Chandra Asri Pacific Tbk, sebagai narasumber. Dengan tema “Business Process & Career Opportunity at PT Chandra Asri Pacific Tbk”, kuliah tamu ini memberikan wawasan komprehensif mengenai proses produksi petrokimia serta peluang karir di salah satu perusahaan strategis nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia USK ini diikuti oleh mahasiswa program studi Teknik Kimia dari berbagai angkatan. Antusiasme peserta terlihat dari perhatian penuh selama paparan hingga sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bertanya langsung kepada praktisi industri.

Dalam pemaparannya, Bapak Mahyudanil memperkenalkan PT Chandra Asri Pacific Tbk sebagai produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang mengoperasikan Naphtha Cracker, yang menjadi jantung proses produksi petrokimia. Dari fasilitas ini dihasilkan olefin seperti ethylene dan propylene yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi poliolefin, termasuk polyethylene (PE) dan polypropylene (PP), yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri kemasan plastik, otomotif, hingga elektronik.

Lebih jauh, Bapak Mahyudanil menjelaskan tahapan proses produksi polyethylene mulai dari pemecahan naphtha menjadi olefin di unit cracker, dilanjutkan dengan tahap polimerisasi ethylene menjadi polyethylene, hingga pemanfaatannya untuk berbagai produk akhir seperti film kemasan, pipa, kontainer, suku cadang otomotif, dan perangkat elektronik. Penjelasan ini memperlihatkan bahwa teknologi tinggi dan efisiensi merupakan faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan industri petrokimia.

Selain pemahaman teknis, mahasiswa juga mendapat wawasan mengenai peluang karir di PT Chandra Asri Pacific Tbk yang terus membuka kesempatan bagi talenta muda. Posisi yang tersedia meliputi bidang teknik, produksi, penelitian dan pengembangan, hingga bidang penunjang lainnya seperti keuangan, logistik, pengadaan, dan sumber daya manusia. Narasumber menekankan bahwa perusahaan mencari kandidat dengan kompetensi teknis yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan bekerja dalam lingkungan industri global yang dinamis.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari sinergi Departemen Teknik Kimia USK bersama Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKATEK) USK dan mitra industri, termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja, sekaligus memperkaya pengetahuan mahasiswa dengan perspektif nyata industri sehingga dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan profesional di masa depan.

Views: 15

Kuliah Tamu Industri: Optimalisasi Energi dan Strategi Karir di Bidang Teknik Kimia

Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan kuliah tamu industri pada Jumat, 11 April 2025, pukul 09.00–11.30 WIB di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) Fakultas Teknik USK. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Ahmad Yunus Bahari, Process Engineer sekaligus Trainer di PT Asahi Chemical, sebagai narasumber utama dengan topik “Energi Optimasi dan Karir di Industri Kimia”.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Teknik Kimia USK, Ibu Prof. Ir. Sri Aprilia, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan akademik yang mampu menjembatani pengetahuan teoritis di bangku kuliah dengan realitas dan kebutuhan dunia industri. Beliau juga menyampaikan bahwa kuliah tamu semacam ini merupakan wujud komitmen Departemen dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi, alumni, serta dunia kerja, sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan praktis yang bermanfaat untuk mempersiapkan karir di masa depan.

Dalam pemaparannya, Bapak Ahmad Yunus Bahari menyoroti pentingnya optimasi energi di industri kimia sebagai salah satu faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan proses industri. Beliau menjelaskan berbagai pendekatan teknis yang digunakan dalam industri modern untuk meminimalkan penggunaan energi, sekaligus memaksimalkan hasil produksi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Selain aspek teknis, beliau juga membagikan pengalaman serta strategi pengembangan karir di sektor industri kimia, yang dinilai sangat relevan bagi mahasiswa menjelang kelulusan.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Teknik Kimia USK dari berbagai angkatan yang mengikuti sesi dengan antusias. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta memperlihatkan ketertarikan mahasiswa terhadap isu-isu optimasi energi serta jalur karir di bidang industri kimia, yang dinilai semakin strategis dalam menghadapi tantangan global.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Kimia USK menegaskan kembali peranannya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan para praktisi industri.

Views: 16

Kuliah Tamu IKATEK Series: Penerapan Manajemen Risiko ISO 31000:2018 di Industri

Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Risk Management Basic: ERM Fundamental ISO 31000:2018” pada Kamis, 6 Maret 2025. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Dian Pratama Putra, Risk Management Staff PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), sebagai narasumber utama. Kuliah tamu berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia USK, Banda Aceh, dan diikuti oleh mahasiswa Teknik Kimia dari berbagai angkatan.

Acara ini merupakan bagian dari program kolaborasi antara Departemen Teknik Kimia USK, Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKATEK) USK, dan PT PIM, yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik nyata di dunia industri. Dalam pemaparannya, Bapak Dian menekankan bahwa risiko bukan hanya berkaitan dengan ancaman, melainkan juga peluang, tergantung pada bagaimana individu maupun organisasi meresponsnya. Merujuk pada standar ISO 31000:2018, risiko dipahami sebagai ketidakpastian yang berdampak pada pencapaian sasaran, sehingga pengelolaannya dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif terhadap tujuan organisasi.

Mahasiswa diajak untuk merenungkan pentingnya kemampuan mengenali, menganalisis, serta menanggapi risiko secara bijaksana sebagai kunci kesuksesan di dunia kerja. Narasumber turut membagikan studi kasus inspiratif tentang perjalanan pendiri Rumah Makan Padang “Sederhana” yang menunjukkan bahwa keberanian mengambil risiko secara tepat dapat berbuah kesuksesan besar. Selain itu, Bapak Dian juga menjelaskan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) di PT PIM yang menjadikan manajemen risiko sebagai bagian dari budaya perusahaan dengan mengacu pada standar ISO 31000:2018. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pencapaian target perusahaan, melindungi nilai, serta mendorong inovasi berkelanjutan.

Peserta juga diajak merefleksikan tragedi Bhopal di India yang menjadi contoh nyata dampak besar dari pengabaian aspek risiko, baik dalam bentuk korban jiwa, kerusakan lingkungan, maupun kerugian ekonomi. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi calon engineer untuk senantiasa menempatkan aspek risiko sebagai elemen fundamental dalam perancangan maupun operasional industri.

Menutup sesi kuliah tamu, Bapak Dian menegaskan bahwa setiap individu dalam organisasi memiliki tanggung jawab sebagai pemilik risiko (risk owner). Filosofi “ERM = Everybody is Risk Manager” menjadi penekanan penting bahwa manajemen risiko bukan hanya tanggung jawab pimpinan, melainkan seluruh lapisan organisasi. Dengan pemahaman ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia USK semakin siap menghadapi tantangan industri modern dengan kemampuan manajemen risiko yang profesional dan terukur.

Views: 10