Skip to content
1

BKK-PII Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala: Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur

Banda Aceh, 30 Juni 2025 – Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan BKK-PII Goes to Campus dengan tema “Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur”. Kegiatan yang digelar di Balee Keurukon Fakultas Teknik USK ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Teknik USK dan Universitas Serambi Mekkah, dengan peserta terbanyak berasal dari Program Studi Teknik Kimia USK.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU, ASEAN Eng., yang dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) dan Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKATEK) USK atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu semacam ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan profesional, sekaligus wadah untuk menanamkan semangat etika dan tanggung jawab profesi sejak mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga membangun kesadaran profesionalisme dan arah karier bagi mahasiswa lintas program studi,” ujarnya. Prof. Alfiansyah juga menegaskan komitmen Fakultas Teknik USK untuk memperluas kerja sama dengan industri dan organisasi profesi dalam membuka peluang magang, kerja praktek, serta rekrutmen bagi lulusan terbaik.
Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan pengalaman dari berbagai sektor industri strategis nasional Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., Ketua Badan Kejuruan Kimia PII (BKK-PII), membuka sesi dengan paparan mengenai profesi insinyur di Indonesia. Ia menguraikan dasar hukum keinsinyuran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 dan jenjang profesi (IPP, IPM, IPU), serta menekankan pentingnya sertifikasi profesi untuk menjaga kompetensi, keselamatan publik, dan keberlanjutan industri teknik.
Sesi kedua dibawakan oleh Mundhakir Salman, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Aceh, yang memaparkan kebijakan dan strategi ketenagalistrikan nasional serta arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam RUPTL 2025–2034. Ia menjelaskan bagaimana PLN berkomitmen mempercepat transisi energi bersih, mendorong efisiensi sistem distribusi, serta membuka peluang besar bagi lulusan teknik untuk terlibat dalam proyek kelistrikan nasional.


Pemateri ketiga, Yusman Arullah, ST, MT, Senior Vice President SDM PT Pupuk Iskandar Muda dan alumni Teknik Kimia USK, membawakan materi tentang peran insinyur kimia dalam industri pupuk dan hilirisasi. Ia menjelaskan bagaimana PIM berperan sebagai industri midstream yang memberi nilai tambah terhadap gas alam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pertanian dan energi di Aceh. Dalam materinya, Yusman juga menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi teknis, integrasi bisnis, serta transformasi budaya kerja menuju industri berkelanjutan.
Materi terakhir disampaikan oleh Kustanto Setiyo Utomo, Section Head HCC PT Kilang Pertamina Internasional (RU II Dumai), yang memaparkan peran dan masa depan insinyur dalam industri hilir minyak dan gas. Ia menjelaskan bagaimana insinyur berperan penting dalam menjaga keandalan operasi kilang, meningkatkan efisiensi energi, dan menerapkan sistem keselamatan proses (process safety management) yang ketat di industri migas. Kustanto juga menekankan perlunya adaptasi terhadap teknologi digital dan penguatan budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari tanggung jawab profesi teknik dalam mendukung ketahanan energi nasional.


Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa aktif bertanya mengenai sertifikasi profesi, peluang karier lintas sektor teknik, serta tantangan insinyur muda dalam menghadapi era transisi energi dan digitalisasi industri. Salah seorang mahasiswa Teknik Kimia menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang pentingnya profesi insinyur dalam membangun bangsa, bukan hanya sebagai ahli teknis, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan keberlanjutan.


Menjelang penutupan acara, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, hadir langsung ke lokasi kegiatan untuk menyapa para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada BKK-PII serta seluruh pemateri yang telah berbagi wawasan dan pengalaman. Rektor menegaskan komitmen USK untuk terus bersinergi dengan BKK-PII dalam memperkuat kurikulum berbasis profesi dan mendorong pengembangan sertifikasi insinyur bagi mahasiswa dan lulusan USK. “USK berkomitmen menjadi bagian aktif dari ekosistem penguatan profesi teknik di Indonesia melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi dengan industri,” ujarnya.
Kegiatan BKK-PII Goes to Campus di USK ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dunia profesi insinyur kepada mahasiswa, menanamkan nilai etika dan tanggung jawab profesional, serta mempererat hubungan antara kampus, industri, alumni, dan organisasi profesi. Melalui sinergi berkelanjutan ini, USK berharap dapat melahirkan insinyur-insinyur muda yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional yang aman dan berkelanjutan.

Views: 5