Banda Aceh, 3 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium yang diikuti oleh lebih dari 80 peserta, terdiri dari mahasiswa asisten laboratorium dan tenaga laboran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik, terutama dalam aktivitas praktikum dan penelitian yang berhubungan dengan bahan kimia serta peralatan berisiko tinggi.
Pelatihan berlangsung di Aula Lab Terpadu dan diawali dengan penyampaian materi “Penerapan HSE di Lokasi Pekerjaan” oleh Ir. Nurul Kamal, ST, M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) yang mencakup disiplin penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan pada prosedur keselamatan, serta pengelolaan lingkungan kerja yang mengutamakan pencegahan kecelakaan.

Sesi berikutnya diisi oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc dengan materi “Chemical and Equipment Risk Assessment di Laboratorium”, yang memperkenalkan konsep COSHH (Control of Substances Hazardous to Health). Materi ini menjelaskan cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya, menilai risiko paparan melalui inhalasi, kontak kulit, atau tumpahan, serta memilih strategi pengendalian risiko yang tepat, mulai dari eliminasi, substitusi, hingga penerapan rekayasa teknis dan penggunaan APD. Peserta juga diajak memahami simbol-simbol klasifikasi bahaya internasional serta prosedur darurat menghadapi insiden kebakaran dan tumpahan bahan kimia.
Setelah sesi kelas, pelatihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan drill evakuasi bencana kebakaran. Simulasi dipandu oleh Tim K3L Fakultas Teknik USK di pelataran parkir Departemen Teknik Kimia. Pada sesi ini, alarm bencana dibunyikan sebagai tanda darurat, peserta diarahkan melakukan evakuasi teratur dari dalam gedung menuju titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan APAR. Latihan ini bertujuan agar seluruh peserta terbiasa dengan prosedur evakuasi cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Teknik USK melalui Unit K3L dalam memastikan penerapan standar K3 di lingkungan fakultas. Unit K3L selama ini konsisten dalam mengedukasi sivitas akademika dan melakukan upaya pencegahan safety incident di laboratorium maupun ruang kerja fakultas. Melalui kegiatan pelatihan rutin, Fakultas Teknik berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas kecelakaan kerja.

Salah seorang peserta menyampaikan kesan positifnya:
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya memahami teori tentang bahaya bahan kimia, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menangani kebakaran dan evakuasi. Drill evakuasi dengan alarm bencana membuat kami benar-benar merasakan simulasi nyata dan siap jika suatu saat keadaan darurat terjadi di laboratorium.”
Dengan antusiasme tinggi peserta serta dukungan penuh dari dosen dan Unit K3L, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di laboratorium. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.
Views: 14

