Banda Aceh, 3 November 2025 — Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Praktisi Industri dengan tema “Prospek Lulusan Teknik Kimia: Asset Integrity, Inspection, Reliability and Safety in Oil & Gas Industry”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kuliah Departemen Teknik Kimia USK pada pukul 08.30 hingga 10.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa serta dosen Program Studi Teknik Kimia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Teknik Kimia USK, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis insinyur kimia dalam menjaga keandalan dan keselamatan fasilitas di industri migas. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Kimia USK untuk memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri melalui transfer pengalaman langsung dari para profesional.
Tiga praktisi industri dihadirkan sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, yaitu:
- Febby Septian, S.T., Integrity & Reliability Facility Operation Engineer di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA),
- Ir. Dian Ekawati, S.T., IPM, Jr. Risk Based Inspection Engineer di PT. Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan, dan
- Gusfi Firmansyah SY, S.T., Inspector Reliability di PT. Pertamina Patra Niaga.


Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan konsep integritas aset, inspeksi berbasis risiko, serta sistem keandalan dan keselamatan operasional di sektor minyak dan gas bumi. Mereka juga menekankan pentingnya kompetensi multidisiplin, etika kerja, serta kemampuan analitis lulusan Teknik Kimia dalam mendukung keberlanjutan operasi industri energi nasional.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang karier, tantangan lapangan, hingga perkembangan teknologi terkini di bidang asset integrity and reliability engineering. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia USK memperoleh gambaran nyata mengenai prospek profesi dan kesiapan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia industri, khususnya pada sektor minyak dan gas yang sangat menekankan aspek keselamatan dan keandalan fasilitas produksi.
Views: 6






















Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Azwar Manaf, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi, yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui lulusan universitas yang kompeten, terlatih, dan memiliki sertifikasi profesi di bidang keselamatan dan keamanan kimia. Sementara itu, sesi yang sangat ditunggu hadir dari industri, yakni pemaparan oleh Usman, S.T., M.Ling., Vice President HSE PT Pupuk Iskandar Muda, yang menjelaskan bagaimana pilar keberlanjutan diterapkan melalui efisiensi energi berbasis ISO 50001, pengendalian emisi, konservasi keanekaragaman hayati melalui program green barrier, pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan prinsip 3R, hingga pengembangan inovasi green ammonia berbasis hidrogen terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi berkelanjutan.
Acara ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, yang menegaskan tiga komitmen Fakultas Teknik yaitu keselamatan, keberlanjutan, dan kolaborasi. Sementara itu, Rizki Ananda, Ketua HIMTEK USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, “Melalui workshop ini kami belajar bagaimana isu keamanan bahan kimia di laboratorium ternyata berkaitan erat dengan isu global di industri. Materi tentang green ammonia dan tanggung jawab sosial perusahaan juga membuka wawasan kami bahwa insinyur kimia harus siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyiapkan diri sejak di kampus.”















