PAKARMARU DTK FT USK 2026: Menyambut Generasi Baru Teknik Kimia dan Teknik Lingkungan USK

Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) menyambut mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Kimia dan S1 Teknik Lingkungan Angkatan 2026 melalui kegiatan Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan bagi Mahasiswa Baru (PAKARMARU) yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, memahami bidang keilmuan yang akan dipelajari, serta membangun semangat sebagai bagian dari keluarga besar Departemen Teknik Kimia USK.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Departemen Teknik Kimia, Dr. Ir. Adisalamun, M.T., bersama Sekretaris Departemen Teknik Kimia, Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc. Kehadiran pimpinan departemen menjadi bagian penting dalam memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan akademik sekaligus memberikan gambaran mengenai peran Departemen Teknik Kimia dalam mendukung proses pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai program studi yang disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Kimia, Ir. T. Mukhriza, ST, M.Sc, dan Ketua Program Studi S1 Teknik Lingkungan, Dr. Sofyana, S.T., M.T. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman awal mengenai karakteristik masing-masing program studi, proses akademik, serta berbagai pengalaman pembelajaran yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di Fakultas Teknik USK.

Aspek keilmuan menjadi bagian penting dalam rangkaian PAKARMARU melalui sesi bersama Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng yang memberikan materi mengenai Teknik Kimia. Sesi ini memperkenalkan mahasiswa pada cakupan keilmuan Teknik Kimia serta peran dan kontribusinya dalam menjawab berbagai kebutuhan industri dan tantangan teknologi. Pemaparan tersebut sekaligus memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa baru mengenai bagaimana ilmu Teknik Kimia berkembang dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Lebih dari sekadar pengenalan program studi, sesi akademik ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mulai membangun cara pandang sebagai calon insan akademik dan profesional di bidang teknik. Wawasan yang diberikan sejak awal diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, motivasi belajar, serta kesadaran bahwa perjalanan di perguruan tinggi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan berpikir, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi. Kegiatan PAKARMARU turut dihadiri oleh sejumlah dosen Departemen Teknik Kimia. Interaksi antara mahasiswa baru dan para dosen menciptakan suasana akademik yang lebih dekat dan terbuka, sekaligus menjadi awal bagi mahasiswa untuk mengenal para pendidik yang akan mendampingi proses pembelajaran dan pengembangan akademik mereka selama masa studi.

Melalui PAKARMARU 2026, Departemen Teknik Kimia USK tidak hanya menyambut kehadiran mahasiswa baru, tetapi juga membuka langkah awal perjalanan akademik generasi baru S1 Teknik Kimia dan S1 Teknik Lingkungan. Dengan bekal wawasan, semangat belajar, dan lingkungan akademik yang mendukung, mahasiswa Angkatan 2026 diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, inovatif, adaptif, dan siap memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi, industri, lingkungan, serta masyarakat.

Selamat datang mahasiswa baru Angkatan 2026. Selamat memulai perjalanan dan menjadi bagian dari keluarga besar Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala.

Views: 2

Departemen Teknik Kimia USK Gelar Workshop Peningkatan Kualitas Bahan Ajar dan Metode Mengajar Berbasis AI

Banda Aceh, 29 Juli 2026 — Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas Bahan Ajar dan Metode Mengajar pada Rabu (29/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh sekitar 70 dosen dari berbagai fakultas di USK serta sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kegiatan dibuka oleh Ketua Departemen Teknik Kimia USK, Prof. Sri Aprilia, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pendidikan tinggi. Pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran yang inovatif dan adaptif dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng membahas pemanfaatan Generative AI dalam pendidikan tinggi. Peserta diperkenalkan pada berbagai perangkat AI, seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan RPS, pengembangan bahan ajar, penyusunan asesmen, serta penelusuran literatur ilmiah. Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah “Prompt Library AI untuk Pendidikan Tinggi”, yang dikembangkan untuk membantu dosen dalam merancang pembelajaran, bahan ajar, asesmen, AI Assistant, Virtual Laboratory, penelitian, penulisan artikel ilmiah, hingga administrasi akademik. Prof. Izarul juga menegaskan bahwa AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik, bukan sebagai pengganti peran dosen. Penggunaan AI juga harus disertai dengan verifikasi informasi, transparansi, serta komitmen terhadap integritas akademik, khususnya dalam penggunaan referensi, data penelitian, dan hasil eksperimen.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Kimia USK mendorong dosen untuk mengembangkan pembelajaran berbasis AI yang inovatif, kritis, dan bertanggung jawab. Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dosen dalam menghadapi transformasi digital pendidikan tinggi.

 

Views: 0

Berita Duka: Departemen Teknik Kimia USK Berduka atas Berpulangnya Prof. Dr. Ir. Asri Gani, M.Eng., IPM.

Banda Aceh – Keluarga besar Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK), menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Prof. Dr. Ir. Asri Gani, M.Eng., IPM., Guru Besar dan dosen Departemen Teknik Kimia USK (11 Juli 2026). Kepergian beliau merupakan kehilangan bagi keluarga besar Departemen Teknik Kimia dan Universitas Syiah Kuala.

Semasa pengabdiannya, Prof. Asri Gani dikenal sebagai akademisi yang mendedikasikan kariernya pada pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknik kimia. Prof. Asri Gani menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala pada tahun 1991. Setelah berkarier di Mobil Oil Indonesia Inc. selama tujuh tahun, beliau bergabung sebagai dosen di Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala pada Februari 1998. Selanjutnya, beliau menempuh pendidikan Magister (M.Eng.) dan Doktor (Dr. Eng.) di Toyohashi University of Technology, Jepang, yang diselesaikan masing-masing pada tahun 2003 dan 2006.

Dalam bidang akademik dan penelitian, Prof. Asri Gani memiliki kepakaran pada bidang combustion (teknologi pembakaran), environmental engineering (rekayasa lingkungan), serta pengembangan energi berkelanjutan dan green economy. Beliau juga mengemban amanah sebagai Kepala Laboratorium Sumber Daya Energi Departemen Teknik Kimia USK dan aktif sebagai anggota Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PPLH-SDA) Universitas Syiah Kuala. Selama perjalanan akademiknya, Prof. Asri Gani menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal dan prosiding ilmiah nasional maupun internasional, serta turut berkontribusi dalam pengembangan riset di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Keluarga besar Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, mendoakan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat dan magfirah-Nya kepada almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau, menjadikan ilmu yang telah diwariskan sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

Selamat jalan, Prof. Dr. Ir. Asri Gani, M.Eng., IPM. Dedikasi dan pengabdian beliau bagi dunia pendidikan dan Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala akan senantiasa dikenang.

Views: 46

Program Studi Teknik Kimia USK Hadirkan Praktisi Mengajar dari PT Yakin Bersama Jaya

Banda Aceh – Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah Technopreneurship (FFTT3002) melalui kerja sama dengan PT Yakin Bersama Jaya (Minyeuk Pret). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif serta relevan dengan perkembangan dunia bisnis. Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Teknik Kimia menghadirkan Daudy Sukma, S.E., M.M., Direktur PT Yakin Bersama Jaya, sebagai praktisi dengan tema “The Fragrance of Sukses: Mengelola Keuangan dan Menaklukkan Tantangan Pertama Dunia Bisnis”. Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai dinamika dunia usaha berdasarkan pengalaman langsung praktisi. Pembahasan mencakup pengalaman dalam membangun usaha, strategi pengelolaan keuangan, berbagai tantangan pada tahap awal merintis bisnis, serta pentingnya kemampuan beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi persaingan dunia usaha. Kegiatan Praktisi Mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep kewirausahaan yang diperoleh di dalam kelas dengan kondisi nyata di dunia bisnis. Interaksi langsung dengan praktisi juga memberikan perspektif yang lebih realistis mengenai peluang dan tantangan dalam membangun serta mengembangkan usaha.


Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi. Pengalaman praktis tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Bagi Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik USK, pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung penguatan pembelajaran berbasis praktisi dan implementasi kurikulum yang berorientasi pada peningkatan kompetensi lulusan. Kehadiran praktisi dari dunia usaha memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan perspektif praktis dari dunia profesional. Kerja sama dengan PT Yakin Bersama Jaya juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Teknik Kimia dalam memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa di masa mendatang.

Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik USK terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan dunia usaha, sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan jiwa kewirausahaan.

Views: 2

Kuliah Tamu Praktisi Industri: Prospek Lulusan Teknik Kimia di Industri Migas – Menyelami Dunia Asset Integrity, Inspection, Reliability, and Safety

Banda Aceh, 3 November 2025 — Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Praktisi Industri dengan tema “Prospek Lulusan Teknik Kimia: Asset Integrity, Inspection, Reliability and Safety in Oil & Gas Industry”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kuliah Departemen Teknik Kimia USK pada pukul 08.30 hingga 10.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa serta dosen Program Studi Teknik Kimia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Teknik Kimia USK, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis insinyur kimia dalam menjaga keandalan dan keselamatan fasilitas di industri migas. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Kimia USK untuk memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri melalui transfer pengalaman langsung dari para profesional.

Tiga praktisi industri dihadirkan sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, yaitu:

  1. Febby Septian, S.T., Integrity & Reliability Facility Operation Engineer di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA),
  2. Ir. Dian Ekawati, S.T., IPM, Jr. Risk Based Inspection Engineer di PT. Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan, dan
  3. Gusfi Firmansyah SY, S.T., Inspector Reliability di PT. Pertamina Patra Niaga.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan konsep integritas aset, inspeksi berbasis risiko, serta sistem keandalan dan keselamatan operasional di sektor minyak dan gas bumi. Mereka juga menekankan pentingnya kompetensi multidisiplin, etika kerja, serta kemampuan analitis lulusan Teknik Kimia dalam mendukung keberlanjutan operasi industri energi nasional.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang karier, tantangan lapangan, hingga perkembangan teknologi terkini di bidang asset integrity and reliability engineering. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia USK memperoleh gambaran nyata mengenai prospek profesi dan kesiapan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia industri, khususnya pada sektor minyak dan gas yang sangat menekankan aspek keselamatan dan keandalan fasilitas produksi.

Views: 145

Dosen DTK USK Bangun Reaktor Biogas di Gampong Luthu Lamweu melalui Skema Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan

Banda Aceh, 20 Oktober 2025 — Dosen Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (DTK USK), Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc., bersama Tim Pengabdian, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Gampong Binaan di Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Program ini berfokus pada penerapan teknologi biogas berbasis kotoran sapi sebagai solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan limbah ternak dan kebutuhan energi masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, tim berupaya mengembangkan sistem energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian energi masyarakat pedesaan. Kegiatan telah mencapai pembangunan unit reaktor biogas dan pengisian bahan baku berupa campuran kotoran sapi dan air. Proses fermentasi sedang berlangsung dan akan menjadi dasar untuk menghasilkan biogas yang nantinya dimanfaatkan untuk sistem pengering gabah (bed dryer) dan kebutuhan energi rumah tangga warga sekitar.

Selain fokus pada penerapan teknologi, kegiatan ini juga menekankan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat melalui keterlibatan aktif aparatur gampong, kelompok tani, serta mahasiswa USK (KKN-Tematik) yang berperan dalam tahap konstruksi, pengisian bahan baku, dan pendampingan teknis. Proses ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa limbah peternakan dapat menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi. Menurut Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc., kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal. “Kami berupaya menjadikan Gampong Luthu Lamweu sebagai contoh penerapan teknologi biogas yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, tim pengabdian akan melanjutkan kegiatan dengan pemantauan hasil fermentasi, uji produksi gas, serta sosialisasi dan pelatihan lanjutan bagi masyarakat terkait operasional dan perawatan reaktor. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Gampong Luthu Lamweu sebagai desa binaan Fakultas Teknik USK yang berdaya dan mandiri dalam pengelolaan energi terbarukan. Program ini mencerminkan komitmen DTK USK dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih, inovasi teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.

Views: 17

Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI : Mahasiswa Teknik Kimia FT USK Gelar Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Yakesma

Aceh Besar, 27 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) FT USK sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Yakesma, sebagai bagian dari rangkaian acara Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen Teknik Kimia USK, yang hadir tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak panti.
Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, yang disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah itu, mahasiswa mengajak anak-anak panti mengikuti ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh perwakilan Dosen Teknik Kimia, Bapak Abubakar guna menumbuhkan semangat belajar dan percaya diri dalam meraih cita-cita.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah eksperimen sederhana berupa pembuatan hand sanitizer. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan diri. Selain itu, HIMTEK FT USK juga mengadakan kegiatan kreatif “Pohon Harapan”, di mana anak-anak menuliskan cita-cita dan harapan mereka, lalu menempelkannya pada pohon yang disediakan sebagai simbol semangat dan optimisme masa depan.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, HIMTEK FT USK menginisiasi penggalangan dana yang melibatkan dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dari kegiatan ini berhasil terkumpul dana sebesar Rp6.930.000. Seluruh dana yang diperoleh diwujudkan dalam bentuk paket sembako dan perlengkapan alat tulis, yang kemudian diserahkan langsung kepada Panti Asuhan Yakesma di Blang Krueng, Aceh Besar.
Ketua HIMTEK FT USK, Rizky Ananda, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung kegiatan ini, mulai dari dosen, mahasiswa, sampai masyarakat umum. Berkat kebersamaan ini, kami bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di panti sekaligus belajar arti kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar hubungan antara kampus dan masyarakat semakin dekat,” ujarnya.


Sementara itu, Kaprodi Teknik Kimia USK, Dr. Fauzi, S.T., M.T., yang turut hadir dalam acara ini menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat. “Pengabdian masyarakat seperti ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bangga mahasiswa HIMTEK USK tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan pengetahuan dan kepeduliannya kepada masyarakat luas,” tuturnya.


Pengurus Panti Asuhan Yakesma juga mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa dan dosen Teknik Kimia USK. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kebahagiaan, perhatian, dan semangat baru bagi anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena memberi motivasi agar mereka berani bermimpi dan meraih cita-citanya,” ujar salah satu pengurus Panti Asuhan Yakesma Blang Krueng. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka CHAIN XI ini, HIMTEK FT USK berharap dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa serta memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, CHAIN XI menjadi wadah untuk menanamkan nilai solidaritas, kreativitas, dan tanggung jawab sosial yang melekat pada diri setiap mahasiswa Teknik Kimia FT USK.  

Views: 7

Annual Meeting BKK-PII 2025: Peran Insinyur Kimia dalam Industrialisasi Aman dan Berkelanjutan

Depok, 25–26 September 2025 – Universitas Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Meeting BKK-PII 2025 dengan tema “Advancing the Role of Chemical Engineers in Driving Safe and Sustainable Industrialization”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di berbagai lokasi Kampus UI ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan akademisi, industri, mahasiswa, dan pemerintah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum nasional ini sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan bagi insinyur kimia Indonesia. Sambutan berikutnya datang dari Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M, Ketua BKK-PII, yang menekankan pentingnya penguatan peran insinyur kimia dalam mendukung industrialisasi aman, inovatif, dan berkelanjutan.


Forum ini juga ditandai dengan peluncuran buku terbaru karya Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech, berjudul “Menyusuri Jejak Emas Putih: Kisah Garam dari Empat Penjuru Eropa”, yang mengulas perjalanan historis dan ilmiah komoditas garam serta relevansinya bagi pembangunan industri nasional.


Rangkaian kegiatan mencakup konferensi ilmiah dengan berbagai topik, antara lain chemitechnopreneurship yang menampilkan inovasi produk berbasis teknologi kimia seperti kosmetik alami dan nanomaterial; petrochemical & oleochemical downstreaming untuk energi dan bahan baku industri; product research & development yang menekankan material ramah lingkungan; process design & retrofit dengan studi kasus revamping pabrik amonia untuk efisiensi energi; process safety terkait CCS/CCUS, pipeline CO₂, dan transportasi H₂; hingga engineering innovation, geothermal, dan AI in chemical engineering yang mengupas pemanfaatan biomassa, digitalisasi proses, serta kecerdasan buatan dalam optimasi energi dan keselamatan.


Peserta yang hadir berasal dari berbagai institusi terkemuka, seperti UI, ITB, ITS, UGM, USK, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, serta perwakilan industri dari Pertamina, PGN, Pupuk Kaltim, KMI, Hitachi High-Tech, hingga Baker Hughes. Dari Universitas Syiah Kuala, hadir Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc, yang menjadi representasi Departemen Teknik Kimia USK sekaligus Sekretaris Umum IKATEK USK, dan aktif dalam workshop APTEKIM yang membahas integrasi hukum korupsi dan ekonomi teknik lanjutan dalam kurikulum teknik kimia. Turut hadir pula Muhammad Agus Tian, Account Manager PT Kurita Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Lembaga dan Sinergi Eksternal IKATEK USK, memperkuat kiprah alumni Teknik Kimia USK dalam jejaring nasional teknik kimia.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Mukhriza menyampaikan bahwa forum nasional ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik maupun alumni.
“Annual Meeting BKK-PII menjadi ruang strategis bagi kampus dan alumni untuk duduk bersama dengan industri dan pemerintah. Kami dari USK melihat manfaat besar dalam memperluas jejaring, sekaligus memastikan bahwa kurikulum dan riset di Departemen Teknik Kimia sejalan dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Partisipasi ini juga memperkuat kiprah IKATEK USK dalam forum nasional,” ujarnya.
Selain sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan lingkungan, santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial, serta kampus tour UI yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenal fasilitas akademik dan riset di Universitas Indonesia. Pada malam harinya, terselenggara Gala Dinner yang dihadiri peserta, narasumber, dan undangan kehormatan dengan tujuan mempererat jejaring akademisi–industri–alumni serta membuka peluang kolaborasi penelitian, inovasi, dan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai kebutuhan industri modern.


Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Annual Meeting BKK-PII tahun depan akan diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan tradisi rotasi tuan rumah antar universitas besar di Indonesia.

Views: 26

Kuliah Tamu Industri: Packed Tower Design di Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 23 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Kuliah Tamu Industri bertema “Packed Tower Design: From Spec to Sizing (Hydraulic & Mass Transfer)” yang diikuti oleh lebih dari 80 mahasiswa dari mata kuliah Perancangan Alat II. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) USK dengan menghadirkan pemateri Giffari Almuzani, Process Engineer PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sekaligus alumni Teknik Kimia USK angkatan 2014.


Kuliah tamu ini dipandu oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc sebagai moderator, serta dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Zaki, M.Sc., IPM, Prof. Dr. Farid Mulana, ST, M.Eng. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan Universitas Syiah Kuala, serta didukung penuh oleh IKATEK USK (Ikatan Alumni Teknik Kimia USK) sebagai wujud kolaborasi antara akademisi, industri, dan alumni dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sri Aprilia, ST, MT, IPM, selaku Kepala Departemen Teknik Kimia USK, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu industri menjadi salah satu jembatan penting untuk mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. “Kami berterima kasih kepada PT Pupuk Iskandar Muda dan IKATEK USK yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran alumni yang kembali berbagi pengalaman industri memberi motivasi besar bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.


Dalam pemaparan materinya, Giffari Almuzani menjelaskan definisi, fungsi, serta prinsip desain packed tower, yaitu peralatan silinder vertikal yang diisi material packing untuk meningkatkan luas kontak antara gas dan cairan, sehingga proses perpindahan massa maupun panas berlangsung optimal. Ia membandingkan packed column dengan tray column dari sisi efisiensi, pressure drop, biaya operasi, serta kemudahan perawatan. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada jenis-jenis packing—mulai dari random packing seperti Raschig Ring, Pall Ring, dan Berl Saddle, hingga structured packing seperti Mellapak—dengan kelebihan, kekurangan, dan pemilihan berdasarkan kondisi operasi.
Lebih lanjut, pemateri menekankan berbagai aplikasi industri packed tower seperti penyerapan CO₂ di pabrik amonia, scrubbing NH₃ di pabrik urea, flue gas desulfurization di pembangkit listrik, hingga distilasi vakum pada industri biodiesel. Sebagai studi kasus, mahasiswa diajak melakukan perhitungan desain absorber di pabrik urea untuk menyerap gas amonia berlebih, mulai dari menentukan data operasi, memilih jenis packing, menghitung diameter dan tinggi kolom dengan GPDC chart, hingga memperkirakan kebutuhan Height of Transfer Unit (HTU) dan Number of Transfer Units (NTU). Pendekatan ini membuat mahasiswa dapat merasakan langsung tantangan insinyur proses dalam menghubungkan aspek teknis dengan batasan regulasi dan lingkungan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya terkait pemilihan packing untuk berbagai kondisi operasi, hingga penerapan packed tower di industri pupuk. Salah seorang mahasiswa kelas Perancangan Alat II, menyampaikan kesan positifnya:
“Kuliah tamu ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga melihat bagaimana perhitungan desain dilakukan langsung oleh engineer industri. Apalagi pematerinya adalah alumni Teknik Kimia USK, sehingga kami merasa lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti jejak beliau.”


Acara ditutup dengan penegasan kembali pentingnya sinergi antara universitas, industri, dan alumni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran pemateri dari PT Pupuk Iskandar Muda yang juga alumni USK memperlihatkan bahwa lulusan Teknik Kimia USK mampu berkiprah di industri strategis nasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan akademik melalui berbagi pengalaman kepada adik tingkatnya.

Views: 31

Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry: RCI Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, 11 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan Responsible Care Indonesia (RCI) Goes to Campus bertema “Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry” yang berlangsung di Aula FMIPA USK. Kegiatan yang menghadirkan sekitar 300 peserta dari berbagai program studi lintas disiplin—mulai dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Farmasi, MIPA Kimia, MIPA Fisika, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Teknik Kimia—diselenggarakan oleh Responsible Care Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik USK, Departemen Teknik Kimia, dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK, serta didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, CRDF Global, dan PT Pupuk Iskandar Muda sebagai sponsor.


Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Taufiq S., M.Eng., IPU, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa literasi risiko, kepatuhan, dan etika profesi harus ditanamkan sejak mahasiswa duduk di bangku kuliah karena risiko bahan kimia mengiringi siklus hidup produk dari desain hingga limbah. Rangkaian materi kemudian diawali dengan paparan M. Setyabudhi Zuber, Presiden Responsible Care Indonesia, yang memperkenalkan secara umum organisasi RCI dan perannya dalam mendorong penerapan keselamatan serta keamanan bahan kimia di Indonesia. Dilanjutkan oleh Ika Suryani, Koordinator Urusan Regulasi RCI, yang menyampaikan perkembangan terbaru mengenai regulasi keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk pentingnya kepatuhan perguruan tinggi terhadap standar nasional maupun global. Pada sesi berikutnya, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah, Koordinator Keamanan Kimia dan Ancaman Baru RCI, memaparkan materi pendalaman tentang manajemen keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk perbedaan konsep chemical safety dan chemical security, kerangka pencegahan, deteksi dini, hingga respons darurat terhadap potensi penyalahgunaan bahan kimia di lingkungan perguruan tinggi.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Azwar Manaf, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi, yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui lulusan universitas yang kompeten, terlatih, dan memiliki sertifikasi profesi di bidang keselamatan dan keamanan kimia. Sementara itu, sesi yang sangat ditunggu hadir dari industri, yakni pemaparan oleh Usman, S.T., M.Ling., Vice President HSE PT Pupuk Iskandar Muda, yang menjelaskan bagaimana pilar keberlanjutan diterapkan melalui efisiensi energi berbasis ISO 50001, pengendalian emisi, konservasi keanekaragaman hayati melalui program green barrier, pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan prinsip 3R, hingga pengembangan inovasi green ammonia berbasis hidrogen terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi berkelanjutan.

Acara ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, yang menegaskan tiga komitmen Fakultas Teknik yaitu keselamatan, keberlanjutan, dan kolaborasi. Sementara itu, Rizki Ananda, Ketua HIMTEK USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, “Melalui workshop ini kami belajar bagaimana isu keamanan bahan kimia di laboratorium ternyata berkaitan erat dengan isu global di industri. Materi tentang green ammonia dan tanggung jawab sosial perusahaan juga membuka wawasan kami bahwa insinyur kimia harus siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyiapkan diri sejak di kampus.”


Dengan kehadiran para narasumber nasional dan industri serta dukungan penuh berbagai pihak, kegiatan RCI Goes to Campus di USK ini diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masa depan kimia yang aman, beretika, dan berkelanjutan, serta memperkokoh kolaborasi antara kampus, industri, dan pemangku kepentingan internasional.

Views: 11