Kuliah Tamu Praktisi Industri: Prospek Lulusan Teknik Kimia di Industri Migas – Menyelami Dunia Asset Integrity, Inspection, Reliability, and Safety

Banda Aceh, 3 November 2025 — Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Praktisi Industri dengan tema “Prospek Lulusan Teknik Kimia: Asset Integrity, Inspection, Reliability and Safety in Oil & Gas Industry”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kuliah Departemen Teknik Kimia USK pada pukul 08.30 hingga 10.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa serta dosen Program Studi Teknik Kimia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Teknik Kimia USK, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis insinyur kimia dalam menjaga keandalan dan keselamatan fasilitas di industri migas. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Kimia USK untuk memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri melalui transfer pengalaman langsung dari para profesional.

Tiga praktisi industri dihadirkan sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, yaitu:

  1. Febby Septian, S.T., Integrity & Reliability Facility Operation Engineer di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA),
  2. Ir. Dian Ekawati, S.T., IPM, Jr. Risk Based Inspection Engineer di PT. Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan, dan
  3. Gusfi Firmansyah SY, S.T., Inspector Reliability di PT. Pertamina Patra Niaga.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan konsep integritas aset, inspeksi berbasis risiko, serta sistem keandalan dan keselamatan operasional di sektor minyak dan gas bumi. Mereka juga menekankan pentingnya kompetensi multidisiplin, etika kerja, serta kemampuan analitis lulusan Teknik Kimia dalam mendukung keberlanjutan operasi industri energi nasional.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang karier, tantangan lapangan, hingga perkembangan teknologi terkini di bidang asset integrity and reliability engineering. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia USK memperoleh gambaran nyata mengenai prospek profesi dan kesiapan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia industri, khususnya pada sektor minyak dan gas yang sangat menekankan aspek keselamatan dan keandalan fasilitas produksi.

Views: 6

Dosen DTK USK Bangun Reaktor Biogas di Gampong Luthu Lamweu melalui Skema Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan

Banda Aceh, 20 Oktober 2025 — Dosen Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (DTK USK), Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc., bersama Tim Pengabdian, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Gampong Binaan di Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Program ini berfokus pada penerapan teknologi biogas berbasis kotoran sapi sebagai solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan limbah ternak dan kebutuhan energi masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, tim berupaya mengembangkan sistem energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian energi masyarakat pedesaan. Kegiatan telah mencapai pembangunan unit reaktor biogas dan pengisian bahan baku berupa campuran kotoran sapi dan air. Proses fermentasi sedang berlangsung dan akan menjadi dasar untuk menghasilkan biogas yang nantinya dimanfaatkan untuk sistem pengering gabah (bed dryer) dan kebutuhan energi rumah tangga warga sekitar.

Selain fokus pada penerapan teknologi, kegiatan ini juga menekankan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat melalui keterlibatan aktif aparatur gampong, kelompok tani, serta mahasiswa USK (KKN-Tematik) yang berperan dalam tahap konstruksi, pengisian bahan baku, dan pendampingan teknis. Proses ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa limbah peternakan dapat menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi. Menurut Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc., kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal. “Kami berupaya menjadikan Gampong Luthu Lamweu sebagai contoh penerapan teknologi biogas yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, tim pengabdian akan melanjutkan kegiatan dengan pemantauan hasil fermentasi, uji produksi gas, serta sosialisasi dan pelatihan lanjutan bagi masyarakat terkait operasional dan perawatan reaktor. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Gampong Luthu Lamweu sebagai desa binaan Fakultas Teknik USK yang berdaya dan mandiri dalam pengelolaan energi terbarukan. Program ini mencerminkan komitmen DTK USK dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih, inovasi teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.

Views: 4

Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI : Mahasiswa Teknik Kimia FT USK Gelar Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Yakesma

Aceh Besar, 27 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) FT USK sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Yakesma, sebagai bagian dari rangkaian acara Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen Teknik Kimia USK, yang hadir tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak panti.
Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, yang disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah itu, mahasiswa mengajak anak-anak panti mengikuti ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh perwakilan Dosen Teknik Kimia, Bapak Abubakar guna menumbuhkan semangat belajar dan percaya diri dalam meraih cita-cita.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah eksperimen sederhana berupa pembuatan hand sanitizer. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan diri. Selain itu, HIMTEK FT USK juga mengadakan kegiatan kreatif “Pohon Harapan”, di mana anak-anak menuliskan cita-cita dan harapan mereka, lalu menempelkannya pada pohon yang disediakan sebagai simbol semangat dan optimisme masa depan.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, HIMTEK FT USK menginisiasi penggalangan dana yang melibatkan dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dari kegiatan ini berhasil terkumpul dana sebesar Rp6.930.000. Seluruh dana yang diperoleh diwujudkan dalam bentuk paket sembako dan perlengkapan alat tulis, yang kemudian diserahkan langsung kepada Panti Asuhan Yakesma di Blang Krueng, Aceh Besar.
Ketua HIMTEK FT USK, Rizky Ananda, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung kegiatan ini, mulai dari dosen, mahasiswa, sampai masyarakat umum. Berkat kebersamaan ini, kami bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di panti sekaligus belajar arti kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar hubungan antara kampus dan masyarakat semakin dekat,” ujarnya.


Sementara itu, Kaprodi Teknik Kimia USK, Dr. Fauzi, S.T., M.T., yang turut hadir dalam acara ini menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat. “Pengabdian masyarakat seperti ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bangga mahasiswa HIMTEK USK tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan pengetahuan dan kepeduliannya kepada masyarakat luas,” tuturnya.


Pengurus Panti Asuhan Yakesma juga mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa dan dosen Teknik Kimia USK. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kebahagiaan, perhatian, dan semangat baru bagi anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena memberi motivasi agar mereka berani bermimpi dan meraih cita-citanya,” ujar salah satu pengurus Panti Asuhan Yakesma Blang Krueng. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka CHAIN XI ini, HIMTEK FT USK berharap dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa serta memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, CHAIN XI menjadi wadah untuk menanamkan nilai solidaritas, kreativitas, dan tanggung jawab sosial yang melekat pada diri setiap mahasiswa Teknik Kimia FT USK.  

Views: 0

Annual Meeting BKK-PII 2025: Peran Insinyur Kimia dalam Industrialisasi Aman dan Berkelanjutan

Depok, 25–26 September 2025 – Universitas Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Meeting BKK-PII 2025 dengan tema “Advancing the Role of Chemical Engineers in Driving Safe and Sustainable Industrialization”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di berbagai lokasi Kampus UI ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan akademisi, industri, mahasiswa, dan pemerintah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum nasional ini sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan bagi insinyur kimia Indonesia. Sambutan berikutnya datang dari Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M, Ketua BKK-PII, yang menekankan pentingnya penguatan peran insinyur kimia dalam mendukung industrialisasi aman, inovatif, dan berkelanjutan.


Forum ini juga ditandai dengan peluncuran buku terbaru karya Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech, berjudul “Menyusuri Jejak Emas Putih: Kisah Garam dari Empat Penjuru Eropa”, yang mengulas perjalanan historis dan ilmiah komoditas garam serta relevansinya bagi pembangunan industri nasional.


Rangkaian kegiatan mencakup konferensi ilmiah dengan berbagai topik, antara lain chemitechnopreneurship yang menampilkan inovasi produk berbasis teknologi kimia seperti kosmetik alami dan nanomaterial; petrochemical & oleochemical downstreaming untuk energi dan bahan baku industri; product research & development yang menekankan material ramah lingkungan; process design & retrofit dengan studi kasus revamping pabrik amonia untuk efisiensi energi; process safety terkait CCS/CCUS, pipeline CO₂, dan transportasi H₂; hingga engineering innovation, geothermal, dan AI in chemical engineering yang mengupas pemanfaatan biomassa, digitalisasi proses, serta kecerdasan buatan dalam optimasi energi dan keselamatan.


Peserta yang hadir berasal dari berbagai institusi terkemuka, seperti UI, ITB, ITS, UGM, USK, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, serta perwakilan industri dari Pertamina, PGN, Pupuk Kaltim, KMI, Hitachi High-Tech, hingga Baker Hughes. Dari Universitas Syiah Kuala, hadir Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc, yang menjadi representasi Departemen Teknik Kimia USK sekaligus Sekretaris Umum IKATEK USK, dan aktif dalam workshop APTEKIM yang membahas integrasi hukum korupsi dan ekonomi teknik lanjutan dalam kurikulum teknik kimia. Turut hadir pula Muhammad Agus Tian, Account Manager PT Kurita Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Lembaga dan Sinergi Eksternal IKATEK USK, memperkuat kiprah alumni Teknik Kimia USK dalam jejaring nasional teknik kimia.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Mukhriza menyampaikan bahwa forum nasional ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik maupun alumni.
“Annual Meeting BKK-PII menjadi ruang strategis bagi kampus dan alumni untuk duduk bersama dengan industri dan pemerintah. Kami dari USK melihat manfaat besar dalam memperluas jejaring, sekaligus memastikan bahwa kurikulum dan riset di Departemen Teknik Kimia sejalan dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Partisipasi ini juga memperkuat kiprah IKATEK USK dalam forum nasional,” ujarnya.
Selain sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan lingkungan, santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial, serta kampus tour UI yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenal fasilitas akademik dan riset di Universitas Indonesia. Pada malam harinya, terselenggara Gala Dinner yang dihadiri peserta, narasumber, dan undangan kehormatan dengan tujuan mempererat jejaring akademisi–industri–alumni serta membuka peluang kolaborasi penelitian, inovasi, dan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai kebutuhan industri modern.


Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Annual Meeting BKK-PII tahun depan akan diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan tradisi rotasi tuan rumah antar universitas besar di Indonesia.

Views: 19

Kuliah Tamu Industri: Packed Tower Design di Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 23 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Kuliah Tamu Industri bertema “Packed Tower Design: From Spec to Sizing (Hydraulic & Mass Transfer)” yang diikuti oleh lebih dari 80 mahasiswa dari mata kuliah Perancangan Alat II. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) USK dengan menghadirkan pemateri Giffari Almuzani, Process Engineer PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sekaligus alumni Teknik Kimia USK angkatan 2014.


Kuliah tamu ini dipandu oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc sebagai moderator, serta dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Zaki, M.Sc., IPM, Prof. Dr. Farid Mulana, ST, M.Eng. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan Universitas Syiah Kuala, serta didukung penuh oleh IKATEK USK (Ikatan Alumni Teknik Kimia USK) sebagai wujud kolaborasi antara akademisi, industri, dan alumni dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sri Aprilia, ST, MT, IPM, selaku Kepala Departemen Teknik Kimia USK, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu industri menjadi salah satu jembatan penting untuk mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. “Kami berterima kasih kepada PT Pupuk Iskandar Muda dan IKATEK USK yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran alumni yang kembali berbagi pengalaman industri memberi motivasi besar bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.


Dalam pemaparan materinya, Giffari Almuzani menjelaskan definisi, fungsi, serta prinsip desain packed tower, yaitu peralatan silinder vertikal yang diisi material packing untuk meningkatkan luas kontak antara gas dan cairan, sehingga proses perpindahan massa maupun panas berlangsung optimal. Ia membandingkan packed column dengan tray column dari sisi efisiensi, pressure drop, biaya operasi, serta kemudahan perawatan. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada jenis-jenis packing—mulai dari random packing seperti Raschig Ring, Pall Ring, dan Berl Saddle, hingga structured packing seperti Mellapak—dengan kelebihan, kekurangan, dan pemilihan berdasarkan kondisi operasi.
Lebih lanjut, pemateri menekankan berbagai aplikasi industri packed tower seperti penyerapan CO₂ di pabrik amonia, scrubbing NH₃ di pabrik urea, flue gas desulfurization di pembangkit listrik, hingga distilasi vakum pada industri biodiesel. Sebagai studi kasus, mahasiswa diajak melakukan perhitungan desain absorber di pabrik urea untuk menyerap gas amonia berlebih, mulai dari menentukan data operasi, memilih jenis packing, menghitung diameter dan tinggi kolom dengan GPDC chart, hingga memperkirakan kebutuhan Height of Transfer Unit (HTU) dan Number of Transfer Units (NTU). Pendekatan ini membuat mahasiswa dapat merasakan langsung tantangan insinyur proses dalam menghubungkan aspek teknis dengan batasan regulasi dan lingkungan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya terkait pemilihan packing untuk berbagai kondisi operasi, hingga penerapan packed tower di industri pupuk. Salah seorang mahasiswa kelas Perancangan Alat II, menyampaikan kesan positifnya:
“Kuliah tamu ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga melihat bagaimana perhitungan desain dilakukan langsung oleh engineer industri. Apalagi pematerinya adalah alumni Teknik Kimia USK, sehingga kami merasa lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti jejak beliau.”


Acara ditutup dengan penegasan kembali pentingnya sinergi antara universitas, industri, dan alumni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran pemateri dari PT Pupuk Iskandar Muda yang juga alumni USK memperlihatkan bahwa lulusan Teknik Kimia USK mampu berkiprah di industri strategis nasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan akademik melalui berbagi pengalaman kepada adik tingkatnya.

Views: 19

Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry: RCI Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, 11 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan Responsible Care Indonesia (RCI) Goes to Campus bertema “Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry” yang berlangsung di Aula FMIPA USK. Kegiatan yang menghadirkan sekitar 300 peserta dari berbagai program studi lintas disiplin—mulai dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Farmasi, MIPA Kimia, MIPA Fisika, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Teknik Kimia—diselenggarakan oleh Responsible Care Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik USK, Departemen Teknik Kimia, dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK, serta didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, CRDF Global, dan PT Pupuk Iskandar Muda sebagai sponsor.


Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Taufiq S., M.Eng., IPU, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa literasi risiko, kepatuhan, dan etika profesi harus ditanamkan sejak mahasiswa duduk di bangku kuliah karena risiko bahan kimia mengiringi siklus hidup produk dari desain hingga limbah. Rangkaian materi kemudian diawali dengan paparan M. Setyabudhi Zuber, Presiden Responsible Care Indonesia, yang memperkenalkan secara umum organisasi RCI dan perannya dalam mendorong penerapan keselamatan serta keamanan bahan kimia di Indonesia. Dilanjutkan oleh Ika Suryani, Koordinator Urusan Regulasi RCI, yang menyampaikan perkembangan terbaru mengenai regulasi keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk pentingnya kepatuhan perguruan tinggi terhadap standar nasional maupun global. Pada sesi berikutnya, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah, Koordinator Keamanan Kimia dan Ancaman Baru RCI, memaparkan materi pendalaman tentang manajemen keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk perbedaan konsep chemical safety dan chemical security, kerangka pencegahan, deteksi dini, hingga respons darurat terhadap potensi penyalahgunaan bahan kimia di lingkungan perguruan tinggi.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Azwar Manaf, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi, yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui lulusan universitas yang kompeten, terlatih, dan memiliki sertifikasi profesi di bidang keselamatan dan keamanan kimia. Sementara itu, sesi yang sangat ditunggu hadir dari industri, yakni pemaparan oleh Usman, S.T., M.Ling., Vice President HSE PT Pupuk Iskandar Muda, yang menjelaskan bagaimana pilar keberlanjutan diterapkan melalui efisiensi energi berbasis ISO 50001, pengendalian emisi, konservasi keanekaragaman hayati melalui program green barrier, pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan prinsip 3R, hingga pengembangan inovasi green ammonia berbasis hidrogen terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi berkelanjutan.

Acara ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, yang menegaskan tiga komitmen Fakultas Teknik yaitu keselamatan, keberlanjutan, dan kolaborasi. Sementara itu, Rizki Ananda, Ketua HIMTEK USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, “Melalui workshop ini kami belajar bagaimana isu keamanan bahan kimia di laboratorium ternyata berkaitan erat dengan isu global di industri. Materi tentang green ammonia dan tanggung jawab sosial perusahaan juga membuka wawasan kami bahwa insinyur kimia harus siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyiapkan diri sejak di kampus.”


Dengan kehadiran para narasumber nasional dan industri serta dukungan penuh berbagai pihak, kegiatan RCI Goes to Campus di USK ini diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masa depan kimia yang aman, beretika, dan berkelanjutan, serta memperkokoh kolaborasi antara kampus, industri, dan pemangku kepentingan internasional.

Views: 4

Mahasiswa Teknik Kimia USK Laksanakan Kunjungan Industri ke PT Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar, 11 September 2025 – Program Studi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK melaksanakan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA), produsen semen terkemuka di Aceh, yang berlokasi di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 28 Agustus 2025 dan 11 September 2025, dengan total peserta sebanyak 90 mahasiswa yang didampingi oleh dua dosen pendamping, Prof. Farid Mulana, ST, M.Eng dan Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc.
Kunjungan ini diawali dengan sesi safety induction dan sambutan dari Barir Kurniawan selaku Technical Manager SBA, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, di antaranya Fakhri Kamal (Packing Plant & Port Manager), Mart Verdian Falka (Process Engineer), serta Syaf Hidayat (Finish Mill & Dispatch Engineer). Hadir pula Faraby Azwany selaku Head of Media SBA yang turut memfasilitasi kegiatan. Setelah sesi materi, mahasiswa berkesempatan melakukan plant visit untuk melihat langsung control room, peralatan proses produksi, serta area quarry yang menjadi sumber bahan baku semen.


Dalam penjelasannya, Mart Verdian Falka memaparkan proses produksi semen mulai dari penambangan bahan baku di quarry, penghancuran (crushing), preblending, penggilingan di raw mill, homogenisasi di silo, hingga tahap pembakaran di rotary kiln pada suhu sekitar 1.450°C. Clinker yang dihasilkan kemudian didinginkan dengan grate cooler, disimpan dalam clinker silo, dan digiling bersama gypsum serta material tambahan di cement mill hingga menjadi semen yang siap pakai. Produk akhir tersebut disimpan di cement silo sebelum didistribusikan melalui fasilitas packing plant. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai inovasi SBA dalam penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, yang mendukung efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kunjungan ini semakin bermakna karena mahasiswa turut mengetahui capaian terbaru perusahaan, yaitu keberhasilan PT Solusi Bangun Andalas meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal tahun 2025, sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik industri berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Prof. Farid Mulana menyampaikan bahwa pengalaman melihat langsung proses produksi di SBA akan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menguatkan pemahaman mereka dalam menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata di industri. Ketua HIMTEK USK, Rizki Ananda, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin tahunan himpunan yang bertujuan memberikan pengalaman praktis dan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih memahami dunia industri.


Pihak SBA sendiri menyambut baik kunjungan ini dan berharap kerja sama dengan USK dapat terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh. Kunjungan industri ini tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi manufaktur semen, tetapi juga menanamkan pentingnya aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan dalam praktik industri. Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi proses yang efisien dan ramah lingkungan di masa depan.

Views: 10

Pelatihan K3 Laboratorium di Lingkungan Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 3 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium yang diikuti oleh lebih dari 80 peserta, terdiri dari mahasiswa asisten laboratorium dan tenaga laboran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik, terutama dalam aktivitas praktikum dan penelitian yang berhubungan dengan bahan kimia serta peralatan berisiko tinggi.
Pelatihan berlangsung di Aula Lab Terpadu dan diawali dengan penyampaian materi “Penerapan HSE di Lokasi Pekerjaan” oleh Ir. Nurul Kamal, ST, M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) yang mencakup disiplin penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan pada prosedur keselamatan, serta pengelolaan lingkungan kerja yang mengutamakan pencegahan kecelakaan.


Sesi berikutnya diisi oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc dengan materi “Chemical and Equipment Risk Assessment di Laboratorium”, yang memperkenalkan konsep COSHH (Control of Substances Hazardous to Health). Materi ini menjelaskan cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya, menilai risiko paparan melalui inhalasi, kontak kulit, atau tumpahan, serta memilih strategi pengendalian risiko yang tepat, mulai dari eliminasi, substitusi, hingga penerapan rekayasa teknis dan penggunaan APD. Peserta juga diajak memahami simbol-simbol klasifikasi bahaya internasional serta prosedur darurat menghadapi insiden kebakaran dan tumpahan bahan kimia.
Setelah sesi kelas, pelatihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan drill evakuasi bencana kebakaran. Simulasi dipandu oleh Tim K3L Fakultas Teknik USK di pelataran parkir Departemen Teknik Kimia. Pada sesi ini, alarm bencana dibunyikan sebagai tanda darurat, peserta diarahkan melakukan evakuasi teratur dari dalam gedung menuju titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan APAR. Latihan ini bertujuan agar seluruh peserta terbiasa dengan prosedur evakuasi cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Teknik USK melalui Unit K3L dalam memastikan penerapan standar K3 di lingkungan fakultas. Unit K3L selama ini konsisten dalam mengedukasi sivitas akademika dan melakukan upaya pencegahan safety incident di laboratorium maupun ruang kerja fakultas. Melalui kegiatan pelatihan rutin, Fakultas Teknik berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas kecelakaan kerja.


Salah seorang peserta menyampaikan kesan positifnya:
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya memahami teori tentang bahaya bahan kimia, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menangani kebakaran dan evakuasi. Drill evakuasi dengan alarm bencana membuat kami benar-benar merasakan simulasi nyata dan siap jika suatu saat keadaan darurat terjadi di laboratorium.”
Dengan antusiasme tinggi peserta serta dukungan penuh dari dosen dan Unit K3L, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di laboratorium. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.

Views: 14

Tim Koetaradja Aeromoto 10 FT USK Raih Prestasi Internasional di AIChE Chem-E-Car Competition 2025, Tianjin-China

Tim Koetaradja Aeromoto 10, yang beranggotakan mahasiswa dari tiga program studi di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara Pertama (First Prize) dalam kategori Performance Race pada ajang bergengsi AIChE Chem-E-Car International Competition 2025 yang diselenggarakan di Tianjin, China, pada 8–12 Agustus 2025.

Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata keunggulan mahasiswa FT USK dalam bidang rekayasa kimia dan teknologi, terutama dalam ketepatan desain sistem serta akurasi pemberhentian mobil berbasis reaksi kimia. Dari total 37 tim peserta yang berasal dari berbagai universitas ternama dunia, Koetaradja Aeromoto 10 tampil luar biasa dengan perhitungan presisi tinggi dan performa stabil hingga dinobatkan sebagai juara utama oleh dewan juri internasional.

Tim Koetaradja Aeromoto 10 terdiri dari Muhammad Fariz (Teknik Kimia) sebagai Team Leader, M. Nazar Ar (Teknik Elektro) sebagai Power Source Specialist, Munawar Afwadi (Teknik Mesin) sebagai Mechanical Design & Engineering Expert, dan Ihtarami Ulya Aritonang (Teknik Kimia) sebagai Reaction Kinetics & Power Source Specialist.

AIChE Chem-E-Car Competition merupakan kompetisi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE). Ajang ini menantang para mahasiswa teknik kimia untuk merancang dan mengoperasikan mobil mini bertenaga reaksi kimia non-pembakaran yang mampu menempuh jarak tertentu dan berhenti secara presisi. Sejak pertama kali digelar pada awal 1990-an, kompetisi ini berkembang menjadi forum global yang menonjolkan inovasi, kreativitas teknik, serta penerapan prinsip keselamatan dan keberlanjutan energi.

Dalam persiapannya, tim menjalani dua bulan pelatihan intensif di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., selaku pembimbing utama sekaligus Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK. Dukungan teknis juga diberikan oleh Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc, dosen senior Teknik Kimia, terutama dalam pengembangan sistem kontrol dan formulasi reaksi kimia. Kompetisi ini tidak hanya menuntut kecermatan dalam mengontrol reaksi kimia untuk menghasilkan gerak dan pemberhentian mobil, tetapi juga menguji kemampuan inovasi dalam pengembangan energi terbarukan serta sinergi lintas disiplin di bawah tekanan waktu dan kondisi laboratorium yang ketat.

Tim Koetaradja Aeromoto 10 mengusung prototipe terbaru bertajuk “Koetaradja Aeromoto 10”, yang dirancang dengan sistem pneumatik berbasis reaksi H₂O₂/KI untuk meningkatkan efisiensi konversi energi dan ketepatan pemberhentian mobil. Desain ini menjadi kunci keberhasilan tim dalam meraih hasil optimal sekaligus mencerminkan penerapan prinsip teknik kimia yang ramah lingkungan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi Universitas Syiah Kuala dan Indonesia di kancah internasional. Dalam pernyataannya, Muhammad Fariz mewakili tim menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh, terutama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Teknik USK (IKAFT-JABAJAB), atas bantuan finansial dan fasilitas selama proses persiapan hingga keberangkatan ke China.

Tim Koetaradja sendiri merupakan tim riset mahasiswa yang dibentuk pada tahun 2016 oleh Prof. Dr. Ir. Marwan, Rektor USK yang kala itu menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Kimia sekaligus Dekan Fakultas Teknik. Sejak awal berdiri, tim ini menjadi wadah pengembangan inovasi mahasiswa dalam bidang energi terbarukan dan rekayasa proses, dengan fokus pada pengembangan mobil bertenaga reaksi kimia ramah lingkungan. Prestasi ini memperkuat posisi FT USK sebagai salah satu pusat unggulan dalam pengembangan teknologi kimia terapan dan inovasi mahasiswa di tingkat global.

 

Sumber: Mahasiswa FT USK Raih Juara Pertama di Kompetisi Internasional AIChE Chem-E-Car di Tianjin, China – Universitas Syiah Kuala

Views: 6

BKK-PII Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala: Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur

Banda Aceh, 30 Juni 2025 – Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan BKK-PII Goes to Campus dengan tema “Mengenal Profesi dan Kontribusi Insinyur”. Kegiatan yang digelar di Balee Keurukon Fakultas Teknik USK ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Teknik USK dan Universitas Serambi Mekkah, dengan peserta terbanyak berasal dari Program Studi Teknik Kimia USK.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU, ASEAN Eng., yang dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) dan Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKATEK) USK atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu semacam ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan profesional, sekaligus wadah untuk menanamkan semangat etika dan tanggung jawab profesi sejak mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga membangun kesadaran profesionalisme dan arah karier bagi mahasiswa lintas program studi,” ujarnya. Prof. Alfiansyah juga menegaskan komitmen Fakultas Teknik USK untuk memperluas kerja sama dengan industri dan organisasi profesi dalam membuka peluang magang, kerja praktek, serta rekrutmen bagi lulusan terbaik.
Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan pengalaman dari berbagai sektor industri strategis nasional Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., Ketua Badan Kejuruan Kimia PII (BKK-PII), membuka sesi dengan paparan mengenai profesi insinyur di Indonesia. Ia menguraikan dasar hukum keinsinyuran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 dan jenjang profesi (IPP, IPM, IPU), serta menekankan pentingnya sertifikasi profesi untuk menjaga kompetensi, keselamatan publik, dan keberlanjutan industri teknik.
Sesi kedua dibawakan oleh Mundhakir Salman, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Aceh, yang memaparkan kebijakan dan strategi ketenagalistrikan nasional serta arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam RUPTL 2025–2034. Ia menjelaskan bagaimana PLN berkomitmen mempercepat transisi energi bersih, mendorong efisiensi sistem distribusi, serta membuka peluang besar bagi lulusan teknik untuk terlibat dalam proyek kelistrikan nasional.


Pemateri ketiga, Yusman Arullah, ST, MT, Senior Vice President SDM PT Pupuk Iskandar Muda dan alumni Teknik Kimia USK, membawakan materi tentang peran insinyur kimia dalam industri pupuk dan hilirisasi. Ia menjelaskan bagaimana PIM berperan sebagai industri midstream yang memberi nilai tambah terhadap gas alam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pertanian dan energi di Aceh. Dalam materinya, Yusman juga menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi teknis, integrasi bisnis, serta transformasi budaya kerja menuju industri berkelanjutan.
Materi terakhir disampaikan oleh Kustanto Setiyo Utomo, Section Head HCC PT Kilang Pertamina Internasional (RU II Dumai), yang memaparkan peran dan masa depan insinyur dalam industri hilir minyak dan gas. Ia menjelaskan bagaimana insinyur berperan penting dalam menjaga keandalan operasi kilang, meningkatkan efisiensi energi, dan menerapkan sistem keselamatan proses (process safety management) yang ketat di industri migas. Kustanto juga menekankan perlunya adaptasi terhadap teknologi digital dan penguatan budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari tanggung jawab profesi teknik dalam mendukung ketahanan energi nasional.


Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa aktif bertanya mengenai sertifikasi profesi, peluang karier lintas sektor teknik, serta tantangan insinyur muda dalam menghadapi era transisi energi dan digitalisasi industri. Salah seorang mahasiswa Teknik Kimia menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang pentingnya profesi insinyur dalam membangun bangsa, bukan hanya sebagai ahli teknis, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan keberlanjutan.


Menjelang penutupan acara, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, hadir langsung ke lokasi kegiatan untuk menyapa para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada BKK-PII serta seluruh pemateri yang telah berbagi wawasan dan pengalaman. Rektor menegaskan komitmen USK untuk terus bersinergi dengan BKK-PII dalam memperkuat kurikulum berbasis profesi dan mendorong pengembangan sertifikasi insinyur bagi mahasiswa dan lulusan USK. “USK berkomitmen menjadi bagian aktif dari ekosistem penguatan profesi teknik di Indonesia melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi dengan industri,” ujarnya.
Kegiatan BKK-PII Goes to Campus di USK ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dunia profesi insinyur kepada mahasiswa, menanamkan nilai etika dan tanggung jawab profesional, serta mempererat hubungan antara kampus, industri, alumni, dan organisasi profesi. Melalui sinergi berkelanjutan ini, USK berharap dapat melahirkan insinyur-insinyur muda yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional yang aman dan berkelanjutan.

Views: 5