Depok, 25–26 September 2025 – Universitas Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Meeting BKK-PII 2025 dengan tema “Advancing the Role of Chemical Engineers in Driving Safe and Sustainable Industrialization”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di berbagai lokasi Kampus UI ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan akademisi, industri, mahasiswa, dan pemerintah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum nasional ini sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan bagi insinyur kimia Indonesia. Sambutan berikutnya datang dari Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M, Ketua BKK-PII, yang menekankan pentingnya penguatan peran insinyur kimia dalam mendukung industrialisasi aman, inovatif, dan berkelanjutan.

Forum ini juga ditandai dengan peluncuran buku terbaru karya Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech, berjudul “Menyusuri Jejak Emas Putih: Kisah Garam dari Empat Penjuru Eropa”, yang mengulas perjalanan historis dan ilmiah komoditas garam serta relevansinya bagi pembangunan industri nasional.

Rangkaian kegiatan mencakup konferensi ilmiah dengan berbagai topik, antara lain chemitechnopreneurship yang menampilkan inovasi produk berbasis teknologi kimia seperti kosmetik alami dan nanomaterial; petrochemical & oleochemical downstreaming untuk energi dan bahan baku industri; product research & development yang menekankan material ramah lingkungan; process design & retrofit dengan studi kasus revamping pabrik amonia untuk efisiensi energi; process safety terkait CCS/CCUS, pipeline CO₂, dan transportasi H₂; hingga engineering innovation, geothermal, dan AI in chemical engineering yang mengupas pemanfaatan biomassa, digitalisasi proses, serta kecerdasan buatan dalam optimasi energi dan keselamatan.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai institusi terkemuka, seperti UI, ITB, ITS, UGM, USK, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, serta perwakilan industri dari Pertamina, PGN, Pupuk Kaltim, KMI, Hitachi High-Tech, hingga Baker Hughes. Dari Universitas Syiah Kuala, hadir Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc, yang menjadi representasi Departemen Teknik Kimia USK sekaligus Sekretaris Umum IKATEK USK, dan aktif dalam workshop APTEKIM yang membahas integrasi hukum korupsi dan ekonomi teknik lanjutan dalam kurikulum teknik kimia. Turut hadir pula Muhammad Agus Tian, Account Manager PT Kurita Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Lembaga dan Sinergi Eksternal IKATEK USK, memperkuat kiprah alumni Teknik Kimia USK dalam jejaring nasional teknik kimia.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Mukhriza menyampaikan bahwa forum nasional ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik maupun alumni.
“Annual Meeting BKK-PII menjadi ruang strategis bagi kampus dan alumni untuk duduk bersama dengan industri dan pemerintah. Kami dari USK melihat manfaat besar dalam memperluas jejaring, sekaligus memastikan bahwa kurikulum dan riset di Departemen Teknik Kimia sejalan dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Partisipasi ini juga memperkuat kiprah IKATEK USK dalam forum nasional,” ujarnya.
Selain sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan lingkungan, santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial, serta kampus tour UI yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenal fasilitas akademik dan riset di Universitas Indonesia. Pada malam harinya, terselenggara Gala Dinner yang dihadiri peserta, narasumber, dan undangan kehormatan dengan tujuan mempererat jejaring akademisi–industri–alumni serta membuka peluang kolaborasi penelitian, inovasi, dan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai kebutuhan industri modern.


Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Annual Meeting BKK-PII tahun depan akan diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan tradisi rotasi tuan rumah antar universitas besar di Indonesia.
Views: 19

