Kuliah Tamu Industri: Packed Tower Design di Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 23 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Kuliah Tamu Industri bertema “Packed Tower Design: From Spec to Sizing (Hydraulic & Mass Transfer)” yang diikuti oleh lebih dari 80 mahasiswa dari mata kuliah Perancangan Alat II. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) USK dengan menghadirkan pemateri Giffari Almuzani, Process Engineer PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sekaligus alumni Teknik Kimia USK angkatan 2014.


Kuliah tamu ini dipandu oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc sebagai moderator, serta dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Zaki, M.Sc., IPM, Prof. Dr. Farid Mulana, ST, M.Eng. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan Universitas Syiah Kuala, serta didukung penuh oleh IKATEK USK (Ikatan Alumni Teknik Kimia USK) sebagai wujud kolaborasi antara akademisi, industri, dan alumni dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sri Aprilia, ST, MT, IPM, selaku Kepala Departemen Teknik Kimia USK, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu industri menjadi salah satu jembatan penting untuk mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. “Kami berterima kasih kepada PT Pupuk Iskandar Muda dan IKATEK USK yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran alumni yang kembali berbagi pengalaman industri memberi motivasi besar bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.


Dalam pemaparan materinya, Giffari Almuzani menjelaskan definisi, fungsi, serta prinsip desain packed tower, yaitu peralatan silinder vertikal yang diisi material packing untuk meningkatkan luas kontak antara gas dan cairan, sehingga proses perpindahan massa maupun panas berlangsung optimal. Ia membandingkan packed column dengan tray column dari sisi efisiensi, pressure drop, biaya operasi, serta kemudahan perawatan. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada jenis-jenis packing—mulai dari random packing seperti Raschig Ring, Pall Ring, dan Berl Saddle, hingga structured packing seperti Mellapak—dengan kelebihan, kekurangan, dan pemilihan berdasarkan kondisi operasi.
Lebih lanjut, pemateri menekankan berbagai aplikasi industri packed tower seperti penyerapan CO₂ di pabrik amonia, scrubbing NH₃ di pabrik urea, flue gas desulfurization di pembangkit listrik, hingga distilasi vakum pada industri biodiesel. Sebagai studi kasus, mahasiswa diajak melakukan perhitungan desain absorber di pabrik urea untuk menyerap gas amonia berlebih, mulai dari menentukan data operasi, memilih jenis packing, menghitung diameter dan tinggi kolom dengan GPDC chart, hingga memperkirakan kebutuhan Height of Transfer Unit (HTU) dan Number of Transfer Units (NTU). Pendekatan ini membuat mahasiswa dapat merasakan langsung tantangan insinyur proses dalam menghubungkan aspek teknis dengan batasan regulasi dan lingkungan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya terkait pemilihan packing untuk berbagai kondisi operasi, hingga penerapan packed tower di industri pupuk. Salah seorang mahasiswa kelas Perancangan Alat II, menyampaikan kesan positifnya:
“Kuliah tamu ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga melihat bagaimana perhitungan desain dilakukan langsung oleh engineer industri. Apalagi pematerinya adalah alumni Teknik Kimia USK, sehingga kami merasa lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti jejak beliau.”


Acara ditutup dengan penegasan kembali pentingnya sinergi antara universitas, industri, dan alumni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran pemateri dari PT Pupuk Iskandar Muda yang juga alumni USK memperlihatkan bahwa lulusan Teknik Kimia USK mampu berkiprah di industri strategis nasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan akademik melalui berbagi pengalaman kepada adik tingkatnya.

Views: 27