Banda Aceh, 11 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan Responsible Care Indonesia (RCI) Goes to Campus bertema “Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry” yang berlangsung di Aula FMIPA USK. Kegiatan yang menghadirkan sekitar 300 peserta dari berbagai program studi lintas disiplin—mulai dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Farmasi, MIPA Kimia, MIPA Fisika, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Teknik Kimia—diselenggarakan oleh Responsible Care Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik USK, Departemen Teknik Kimia, dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK, serta didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, CRDF Global, dan PT Pupuk Iskandar Muda sebagai sponsor.

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Taufiq S., M.Eng., IPU, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa literasi risiko, kepatuhan, dan etika profesi harus ditanamkan sejak mahasiswa duduk di bangku kuliah karena risiko bahan kimia mengiringi siklus hidup produk dari desain hingga limbah. Rangkaian materi kemudian diawali dengan paparan M. Setyabudhi Zuber, Presiden Responsible Care Indonesia, yang memperkenalkan secara umum organisasi RCI dan perannya dalam mendorong penerapan keselamatan serta keamanan bahan kimia di Indonesia. Dilanjutkan oleh Ika Suryani, Koordinator Urusan Regulasi RCI, yang menyampaikan perkembangan terbaru mengenai regulasi keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk pentingnya kepatuhan perguruan tinggi terhadap standar nasional maupun global. Pada sesi berikutnya, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah, Koordinator Keamanan Kimia dan Ancaman Baru RCI, memaparkan materi pendalaman tentang manajemen keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk perbedaan konsep chemical safety dan chemical security, kerangka pencegahan, deteksi dini, hingga respons darurat terhadap potensi penyalahgunaan bahan kimia di lingkungan perguruan tinggi.
Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Azwar Manaf, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi, yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui lulusan universitas yang kompeten, terlatih, dan memiliki sertifikasi profesi di bidang keselamatan dan keamanan kimia. Sementara itu, sesi yang sangat ditunggu hadir dari industri, yakni pemaparan oleh Usman, S.T., M.Ling., Vice President HSE PT Pupuk Iskandar Muda, yang menjelaskan bagaimana pilar keberlanjutan diterapkan melalui efisiensi energi berbasis ISO 50001, pengendalian emisi, konservasi keanekaragaman hayati melalui program green barrier, pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan prinsip 3R, hingga pengembangan inovasi green ammonia berbasis hidrogen terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi berkelanjutan.
Acara ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, yang menegaskan tiga komitmen Fakultas Teknik yaitu keselamatan, keberlanjutan, dan kolaborasi. Sementara itu, Rizki Ananda, Ketua HIMTEK USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, “Melalui workshop ini kami belajar bagaimana isu keamanan bahan kimia di laboratorium ternyata berkaitan erat dengan isu global di industri. Materi tentang green ammonia dan tanggung jawab sosial perusahaan juga membuka wawasan kami bahwa insinyur kimia harus siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyiapkan diri sejak di kampus.”

Dengan kehadiran para narasumber nasional dan industri serta dukungan penuh berbagai pihak, kegiatan RCI Goes to Campus di USK ini diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masa depan kimia yang aman, beretika, dan berkelanjutan, serta memperkokoh kolaborasi antara kampus, industri, dan pemangku kepentingan internasional.
Views: 6


