Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI : Mahasiswa Teknik Kimia FT USK Gelar Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Yakesma

Aceh Besar, 27 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) FT USK sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Yakesma, sebagai bagian dari rangkaian acara Chemical Engineering in Action (CHAIN) XI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen Teknik Kimia USK, yang hadir tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak panti.
Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, yang disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah itu, mahasiswa mengajak anak-anak panti mengikuti ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh perwakilan Dosen Teknik Kimia, Bapak Abubakar guna menumbuhkan semangat belajar dan percaya diri dalam meraih cita-cita.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah eksperimen sederhana berupa pembuatan hand sanitizer. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan diri. Selain itu, HIMTEK FT USK juga mengadakan kegiatan kreatif “Pohon Harapan”, di mana anak-anak menuliskan cita-cita dan harapan mereka, lalu menempelkannya pada pohon yang disediakan sebagai simbol semangat dan optimisme masa depan.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, HIMTEK FT USK menginisiasi penggalangan dana yang melibatkan dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dari kegiatan ini berhasil terkumpul dana sebesar Rp6.930.000. Seluruh dana yang diperoleh diwujudkan dalam bentuk paket sembako dan perlengkapan alat tulis, yang kemudian diserahkan langsung kepada Panti Asuhan Yakesma di Blang Krueng, Aceh Besar.
Ketua HIMTEK FT USK, Rizky Ananda, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung kegiatan ini, mulai dari dosen, mahasiswa, sampai masyarakat umum. Berkat kebersamaan ini, kami bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di panti sekaligus belajar arti kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar hubungan antara kampus dan masyarakat semakin dekat,” ujarnya.


Sementara itu, Kaprodi Teknik Kimia USK, Dr. Fauzi, S.T., M.T., yang turut hadir dalam acara ini menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat. “Pengabdian masyarakat seperti ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bangga mahasiswa HIMTEK USK tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan pengetahuan dan kepeduliannya kepada masyarakat luas,” tuturnya.


Pengurus Panti Asuhan Yakesma juga mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa dan dosen Teknik Kimia USK. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kebahagiaan, perhatian, dan semangat baru bagi anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena memberi motivasi agar mereka berani bermimpi dan meraih cita-citanya,” ujar salah satu pengurus Panti Asuhan Yakesma Blang Krueng. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka CHAIN XI ini, HIMTEK FT USK berharap dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa serta memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, CHAIN XI menjadi wadah untuk menanamkan nilai solidaritas, kreativitas, dan tanggung jawab sosial yang melekat pada diri setiap mahasiswa Teknik Kimia FT USK.  

Views: 0

Annual Meeting BKK-PII 2025: Peran Insinyur Kimia dalam Industrialisasi Aman dan Berkelanjutan

Depok, 25–26 September 2025 – Universitas Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Meeting BKK-PII 2025 dengan tema “Advancing the Role of Chemical Engineers in Driving Safe and Sustainable Industrialization”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di berbagai lokasi Kampus UI ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan akademisi, industri, mahasiswa, dan pemerintah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum nasional ini sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan bagi insinyur kimia Indonesia. Sambutan berikutnya datang dari Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M, Ketua BKK-PII, yang menekankan pentingnya penguatan peran insinyur kimia dalam mendukung industrialisasi aman, inovatif, dan berkelanjutan.


Forum ini juga ditandai dengan peluncuran buku terbaru karya Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech, berjudul “Menyusuri Jejak Emas Putih: Kisah Garam dari Empat Penjuru Eropa”, yang mengulas perjalanan historis dan ilmiah komoditas garam serta relevansinya bagi pembangunan industri nasional.


Rangkaian kegiatan mencakup konferensi ilmiah dengan berbagai topik, antara lain chemitechnopreneurship yang menampilkan inovasi produk berbasis teknologi kimia seperti kosmetik alami dan nanomaterial; petrochemical & oleochemical downstreaming untuk energi dan bahan baku industri; product research & development yang menekankan material ramah lingkungan; process design & retrofit dengan studi kasus revamping pabrik amonia untuk efisiensi energi; process safety terkait CCS/CCUS, pipeline CO₂, dan transportasi H₂; hingga engineering innovation, geothermal, dan AI in chemical engineering yang mengupas pemanfaatan biomassa, digitalisasi proses, serta kecerdasan buatan dalam optimasi energi dan keselamatan.


Peserta yang hadir berasal dari berbagai institusi terkemuka, seperti UI, ITB, ITS, UGM, USK, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, serta perwakilan industri dari Pertamina, PGN, Pupuk Kaltim, KMI, Hitachi High-Tech, hingga Baker Hughes. Dari Universitas Syiah Kuala, hadir Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc, yang menjadi representasi Departemen Teknik Kimia USK sekaligus Sekretaris Umum IKATEK USK, dan aktif dalam workshop APTEKIM yang membahas integrasi hukum korupsi dan ekonomi teknik lanjutan dalam kurikulum teknik kimia. Turut hadir pula Muhammad Agus Tian, Account Manager PT Kurita Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Lembaga dan Sinergi Eksternal IKATEK USK, memperkuat kiprah alumni Teknik Kimia USK dalam jejaring nasional teknik kimia.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Mukhriza menyampaikan bahwa forum nasional ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik maupun alumni.
“Annual Meeting BKK-PII menjadi ruang strategis bagi kampus dan alumni untuk duduk bersama dengan industri dan pemerintah. Kami dari USK melihat manfaat besar dalam memperluas jejaring, sekaligus memastikan bahwa kurikulum dan riset di Departemen Teknik Kimia sejalan dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Partisipasi ini juga memperkuat kiprah IKATEK USK dalam forum nasional,” ujarnya.
Selain sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan lingkungan, santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial, serta kampus tour UI yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenal fasilitas akademik dan riset di Universitas Indonesia. Pada malam harinya, terselenggara Gala Dinner yang dihadiri peserta, narasumber, dan undangan kehormatan dengan tujuan mempererat jejaring akademisi–industri–alumni serta membuka peluang kolaborasi penelitian, inovasi, dan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai kebutuhan industri modern.


Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Annual Meeting BKK-PII tahun depan akan diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan tradisi rotasi tuan rumah antar universitas besar di Indonesia.

Views: 19

Kuliah Tamu Industri: Packed Tower Design di Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 23 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Kuliah Tamu Industri bertema “Packed Tower Design: From Spec to Sizing (Hydraulic & Mass Transfer)” yang diikuti oleh lebih dari 80 mahasiswa dari mata kuliah Perancangan Alat II. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Teknik Kimia (RKTK) USK dengan menghadirkan pemateri Giffari Almuzani, Process Engineer PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sekaligus alumni Teknik Kimia USK angkatan 2014.


Kuliah tamu ini dipandu oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc sebagai moderator, serta dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Zaki, M.Sc., IPM, Prof. Dr. Farid Mulana, ST, M.Eng. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan Universitas Syiah Kuala, serta didukung penuh oleh IKATEK USK (Ikatan Alumni Teknik Kimia USK) sebagai wujud kolaborasi antara akademisi, industri, dan alumni dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sri Aprilia, ST, MT, IPM, selaku Kepala Departemen Teknik Kimia USK, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kuliah tamu industri menjadi salah satu jembatan penting untuk mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. “Kami berterima kasih kepada PT Pupuk Iskandar Muda dan IKATEK USK yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran alumni yang kembali berbagi pengalaman industri memberi motivasi besar bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.


Dalam pemaparan materinya, Giffari Almuzani menjelaskan definisi, fungsi, serta prinsip desain packed tower, yaitu peralatan silinder vertikal yang diisi material packing untuk meningkatkan luas kontak antara gas dan cairan, sehingga proses perpindahan massa maupun panas berlangsung optimal. Ia membandingkan packed column dengan tray column dari sisi efisiensi, pressure drop, biaya operasi, serta kemudahan perawatan. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada jenis-jenis packing—mulai dari random packing seperti Raschig Ring, Pall Ring, dan Berl Saddle, hingga structured packing seperti Mellapak—dengan kelebihan, kekurangan, dan pemilihan berdasarkan kondisi operasi.
Lebih lanjut, pemateri menekankan berbagai aplikasi industri packed tower seperti penyerapan CO₂ di pabrik amonia, scrubbing NH₃ di pabrik urea, flue gas desulfurization di pembangkit listrik, hingga distilasi vakum pada industri biodiesel. Sebagai studi kasus, mahasiswa diajak melakukan perhitungan desain absorber di pabrik urea untuk menyerap gas amonia berlebih, mulai dari menentukan data operasi, memilih jenis packing, menghitung diameter dan tinggi kolom dengan GPDC chart, hingga memperkirakan kebutuhan Height of Transfer Unit (HTU) dan Number of Transfer Units (NTU). Pendekatan ini membuat mahasiswa dapat merasakan langsung tantangan insinyur proses dalam menghubungkan aspek teknis dengan batasan regulasi dan lingkungan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya terkait pemilihan packing untuk berbagai kondisi operasi, hingga penerapan packed tower di industri pupuk. Salah seorang mahasiswa kelas Perancangan Alat II, menyampaikan kesan positifnya:
“Kuliah tamu ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga melihat bagaimana perhitungan desain dilakukan langsung oleh engineer industri. Apalagi pematerinya adalah alumni Teknik Kimia USK, sehingga kami merasa lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti jejak beliau.”


Acara ditutup dengan penegasan kembali pentingnya sinergi antara universitas, industri, dan alumni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran pemateri dari PT Pupuk Iskandar Muda yang juga alumni USK memperlihatkan bahwa lulusan Teknik Kimia USK mampu berkiprah di industri strategis nasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan akademik melalui berbagi pengalaman kepada adik tingkatnya.

Views: 19

Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry: RCI Goes to Campus di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, 11 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan Responsible Care Indonesia (RCI) Goes to Campus bertema “Building a Secure Chemical Future from Campus to Industry” yang berlangsung di Aula FMIPA USK. Kegiatan yang menghadirkan sekitar 300 peserta dari berbagai program studi lintas disiplin—mulai dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Farmasi, MIPA Kimia, MIPA Fisika, dan lainnya, dengan jumlah terbanyak dari Teknik Kimia—diselenggarakan oleh Responsible Care Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik USK, Departemen Teknik Kimia, dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK, serta didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, CRDF Global, dan PT Pupuk Iskandar Muda sebagai sponsor.


Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Taufiq S., M.Eng., IPU, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa literasi risiko, kepatuhan, dan etika profesi harus ditanamkan sejak mahasiswa duduk di bangku kuliah karena risiko bahan kimia mengiringi siklus hidup produk dari desain hingga limbah. Rangkaian materi kemudian diawali dengan paparan M. Setyabudhi Zuber, Presiden Responsible Care Indonesia, yang memperkenalkan secara umum organisasi RCI dan perannya dalam mendorong penerapan keselamatan serta keamanan bahan kimia di Indonesia. Dilanjutkan oleh Ika Suryani, Koordinator Urusan Regulasi RCI, yang menyampaikan perkembangan terbaru mengenai regulasi keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk pentingnya kepatuhan perguruan tinggi terhadap standar nasional maupun global. Pada sesi berikutnya, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah, Koordinator Keamanan Kimia dan Ancaman Baru RCI, memaparkan materi pendalaman tentang manajemen keselamatan dan keamanan bahan kimia, termasuk perbedaan konsep chemical safety dan chemical security, kerangka pencegahan, deteksi dini, hingga respons darurat terhadap potensi penyalahgunaan bahan kimia di lingkungan perguruan tinggi.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Azwar Manaf, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi, yang menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui lulusan universitas yang kompeten, terlatih, dan memiliki sertifikasi profesi di bidang keselamatan dan keamanan kimia. Sementara itu, sesi yang sangat ditunggu hadir dari industri, yakni pemaparan oleh Usman, S.T., M.Ling., Vice President HSE PT Pupuk Iskandar Muda, yang menjelaskan bagaimana pilar keberlanjutan diterapkan melalui efisiensi energi berbasis ISO 50001, pengendalian emisi, konservasi keanekaragaman hayati melalui program green barrier, pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan prinsip 3R, hingga pengembangan inovasi green ammonia berbasis hidrogen terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi berkelanjutan.

Acara ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, yang menegaskan tiga komitmen Fakultas Teknik yaitu keselamatan, keberlanjutan, dan kolaborasi. Sementara itu, Rizki Ananda, Ketua HIMTEK USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, “Melalui workshop ini kami belajar bagaimana isu keamanan bahan kimia di laboratorium ternyata berkaitan erat dengan isu global di industri. Materi tentang green ammonia dan tanggung jawab sosial perusahaan juga membuka wawasan kami bahwa insinyur kimia harus siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyiapkan diri sejak di kampus.”


Dengan kehadiran para narasumber nasional dan industri serta dukungan penuh berbagai pihak, kegiatan RCI Goes to Campus di USK ini diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masa depan kimia yang aman, beretika, dan berkelanjutan, serta memperkokoh kolaborasi antara kampus, industri, dan pemangku kepentingan internasional.

Views: 4

Mahasiswa Teknik Kimia USK Laksanakan Kunjungan Industri ke PT Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar, 11 September 2025 – Program Studi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEK) USK melaksanakan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA), produsen semen terkemuka di Aceh, yang berlokasi di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 28 Agustus 2025 dan 11 September 2025, dengan total peserta sebanyak 90 mahasiswa yang didampingi oleh dua dosen pendamping, Prof. Farid Mulana, ST, M.Eng dan Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc.
Kunjungan ini diawali dengan sesi safety induction dan sambutan dari Barir Kurniawan selaku Technical Manager SBA, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, di antaranya Fakhri Kamal (Packing Plant & Port Manager), Mart Verdian Falka (Process Engineer), serta Syaf Hidayat (Finish Mill & Dispatch Engineer). Hadir pula Faraby Azwany selaku Head of Media SBA yang turut memfasilitasi kegiatan. Setelah sesi materi, mahasiswa berkesempatan melakukan plant visit untuk melihat langsung control room, peralatan proses produksi, serta area quarry yang menjadi sumber bahan baku semen.


Dalam penjelasannya, Mart Verdian Falka memaparkan proses produksi semen mulai dari penambangan bahan baku di quarry, penghancuran (crushing), preblending, penggilingan di raw mill, homogenisasi di silo, hingga tahap pembakaran di rotary kiln pada suhu sekitar 1.450°C. Clinker yang dihasilkan kemudian didinginkan dengan grate cooler, disimpan dalam clinker silo, dan digiling bersama gypsum serta material tambahan di cement mill hingga menjadi semen yang siap pakai. Produk akhir tersebut disimpan di cement silo sebelum didistribusikan melalui fasilitas packing plant. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai inovasi SBA dalam penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, yang mendukung efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kunjungan ini semakin bermakna karena mahasiswa turut mengetahui capaian terbaru perusahaan, yaitu keberhasilan PT Solusi Bangun Andalas meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal tahun 2025, sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik industri berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Prof. Farid Mulana menyampaikan bahwa pengalaman melihat langsung proses produksi di SBA akan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menguatkan pemahaman mereka dalam menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata di industri. Ketua HIMTEK USK, Rizki Ananda, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin tahunan himpunan yang bertujuan memberikan pengalaman praktis dan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih memahami dunia industri.


Pihak SBA sendiri menyambut baik kunjungan ini dan berharap kerja sama dengan USK dapat terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh. Kunjungan industri ini tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi manufaktur semen, tetapi juga menanamkan pentingnya aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan dalam praktik industri. Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi proses yang efisien dan ramah lingkungan di masa depan.

Views: 10

Pelatihan K3 Laboratorium di Lingkungan Departemen Teknik Kimia USK

Banda Aceh, 3 September 2025 – Departemen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium yang diikuti oleh lebih dari 80 peserta, terdiri dari mahasiswa asisten laboratorium dan tenaga laboran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik, terutama dalam aktivitas praktikum dan penelitian yang berhubungan dengan bahan kimia serta peralatan berisiko tinggi.
Pelatihan berlangsung di Aula Lab Terpadu dan diawali dengan penyampaian materi “Penerapan HSE di Lokasi Pekerjaan” oleh Ir. Nurul Kamal, ST, M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) yang mencakup disiplin penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan pada prosedur keselamatan, serta pengelolaan lingkungan kerja yang mengutamakan pencegahan kecelakaan.


Sesi berikutnya diisi oleh Ir. Teuku Mukhriza, ST, M.Sc dengan materi “Chemical and Equipment Risk Assessment di Laboratorium”, yang memperkenalkan konsep COSHH (Control of Substances Hazardous to Health). Materi ini menjelaskan cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya, menilai risiko paparan melalui inhalasi, kontak kulit, atau tumpahan, serta memilih strategi pengendalian risiko yang tepat, mulai dari eliminasi, substitusi, hingga penerapan rekayasa teknis dan penggunaan APD. Peserta juga diajak memahami simbol-simbol klasifikasi bahaya internasional serta prosedur darurat menghadapi insiden kebakaran dan tumpahan bahan kimia.
Setelah sesi kelas, pelatihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan drill evakuasi bencana kebakaran. Simulasi dipandu oleh Tim K3L Fakultas Teknik USK di pelataran parkir Departemen Teknik Kimia. Pada sesi ini, alarm bencana dibunyikan sebagai tanda darurat, peserta diarahkan melakukan evakuasi teratur dari dalam gedung menuju titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan APAR. Latihan ini bertujuan agar seluruh peserta terbiasa dengan prosedur evakuasi cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Teknik USK melalui Unit K3L dalam memastikan penerapan standar K3 di lingkungan fakultas. Unit K3L selama ini konsisten dalam mengedukasi sivitas akademika dan melakukan upaya pencegahan safety incident di laboratorium maupun ruang kerja fakultas. Melalui kegiatan pelatihan rutin, Fakultas Teknik berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas kecelakaan kerja.


Salah seorang peserta menyampaikan kesan positifnya:
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya memahami teori tentang bahaya bahan kimia, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menangani kebakaran dan evakuasi. Drill evakuasi dengan alarm bencana membuat kami benar-benar merasakan simulasi nyata dan siap jika suatu saat keadaan darurat terjadi di laboratorium.”
Dengan antusiasme tinggi peserta serta dukungan penuh dari dosen dan Unit K3L, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di laboratorium. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.

Views: 14